INDOZONE.ID - Fernando Alonso akhirnya mengakhiri puasa poinnya di Formula 1 musim 2025 dengan finis di posisi kesembilan pada Grand Prix Spanyol akhir pekan lalu, Minggu (1/6/2025).
Hasil ini menjadi kelegaan besar bagi sang juara dunia dua kali, terutama karena diraih di hadapan para pendukungnya di Barcelona.
Meskipun berhasil menembus 10 besar untuk pertama kalinya dalam sembilan balapan musim ini, Alonso masih merasa belum sepenuhnya puas dengan performa mobil Aston Martin.
Baca Juga: Nyoba Fitur-Fitur Xpeng G6 dan X9, Secanggih Apa MPV dan SUV Listrik Ini?
Perjuangan Meraih Poin di Sirkuit Kandang
Alonso menunjukkan performa impresif sejak sesi kualifikasi dengan berhasil melaju ke Q3.
Ia bahkan berada di posisi 10 besar hingga sebuah kesalahan langka membuatnya tergelincir melewati area kerikil dan kehilangan dua posisi.
Namun, dengan semangat juang yang tinggi, pembalap Spanyol itu berhasil kembali ke P10, yang kemudian menjadi P9 setelah Max Verstappen menerima penalti pasca-balapan.
Meski akhirnya kembali meraih poin, Alonso menegaskan bahwa Aston Martin masih perlu melakukan banyak perbaikan.
"Ya, perasaan campur aduk," kata Alonso.
"Jelas senang dengan poin-poin itu. P9 adalah dua poin pertama kejuaraan dan akhirnya kami terhindar dari pertanyaan Kamis depan apakah itu akan menjadi akhir pekan." pungkasnya dikutip dari Crash.
Baca Juga: Perluas Akses Konsumen, Polytron Hadirkan Showroom Mobil Listrik Pertama
Tantangan Degradasi Ban dan Kecepatan di Main Straight
Harapan Alonso untuk balapan di Spanyol sebenarnya lebih tinggi, terutama setelah performa di kualifikasi. Namun, ia merasa kurang kompetitif di balapan itu sendiri.
"Saya mengharapkan sedikit lebih banyak peluang dari balapan. Saya merasa lebih kompetitif di babak kualifikasi daripada di balapan," jelasnya.
Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah degradasi ban depan yang parah.
"Kami mengalami banyak degradasi ban depan, jadi ban depan kiri sudah habis tujuh lap setelah start," ungkap Alonso.
Selain itu, kecepatan maksimal di trek lurus juga menjadi kendala serius.
"Lalu kami kekurangan kecepatan maksimal, jadi di lintasan lurus kami banyak kehilangan. Saya tidak melakukan satu kali pun overtake di DRS," ujar pembalap 43 tahun tersebut.
Alonso bahkan harus melakukan overtake di tempat-tempat yang tidak lazim, seperti di Tikungan 3 dari sisi luar, untuk bisa menyalip.
"Semuanya dilakukan di Tikungan 3 di bagian luar, yang bukan tempat normal untuk menyalip, tetapi kami harus menciptakan gerakan seperti ini." Situasi ini mirip dengan yang terjadi di Imola.
"Juga di Imola saya keluar dari Tikungan 7 ketika saya melakukan tiga kali menyalip dalam beberapa putaran terakhir. Jadi kami perlu menyelesaikan situasi ini dan mulai menyalip di lintasan lurus dengan DRS seperti yang dilakukan semua orang." lanjutnya.
Baca Juga: 10 Kelebihan Nissan X-Trail 2025: SUV Terbaik dengan Fitur Premium dan Performa Tinggi
Desakan untuk Peningkatan Performa
Alonso telah mendesak Aston Martin untuk meningkatkan kecepatan mereka di jalur lurus, agar bisa bersaing lebih efektif.
"Itu hanya untuk kami karena semua orang menyalip, jadi kami perlu sedikit meningkatkan kecepatan di lintasan lurus dan juga degradasi," katanya.
Ia juga menyoroti perbedaan performa antara sesi kualifikasi dan balapan.
"Seperti yang saya katakan, Sabtu cukup kompetitif dan Minggu kami tampaknya mundur selangkah. Jadi senang untuk hari ini, poin pertama, Safety Car yang bagus di akhir, waktu yang tepat dan hal-hal lainnya."
Namun, Alonso mengingatkan bahwa perbaikan tetap diperlukan untuk balapan-balapan mendatang.
"Namun jika kami kembali pada hari Kamis dan mengulang akhir pekan, kami perlu mengubah sesuatu pada mobil agar sedikit lebih condong ke hari Minggu daripada hari Sabtu."
Ini menunjukkan bahwa tim perlu mencari keseimbangan yang lebih baik antara performa satu lap dan performa di balapan penuh.
Baca Juga: 10 Kelebihan Nissan X-Trail 2025: SUV Terbaik dengan Fitur Premium dan Performa Tinggi
Membutuhkan Konsistensi Poin
Perolehan poin Alonso di P9 menandai pertama kalinya Aston Martin mencetak poin sejak Lance Stroll finis di posisi keenam dan kesembilan pada dua putaran pembukaan musim ini.
Namun, situasi di klasemen konstruktor semakin ketat. Finis kelima Nico Hulkenberg di Barcelona telah membuat Sauber menyamai perolehan poin skuad yang bermarkas di Silverstone tersebut.
Aston Martin bahkan telah merosot ke posisi kesembilan dan hanya unggul lima poin dari tim terbawah Alpine.
Oleh karena itu, Alonso menekankan bahwa finis 10 besar kini menjadi keharusan setiap akhir pekan bagi Aston Martin.
"Tujuannya hanya untuk mengurangi sedikit tekanan di pundak setiap orang di tim dan mencoba mendapatkan konsistensi di Q3," kata Alonso.
"Ini adalah balapan ketiga berturut-turut di Q3, ini poin pertama, jadi jika kita membangun sesuatu yang membuat Anda terus-menerus berada di 10 besar pada hari Sabtu dan Minggu, itu pasti akan membantu semua orang."
Ia menutup dengan menegaskan urgensi untuk terus mencetak poin.
"Kami perlu mencetak poin, mengingat Sauber mencetak banyak poin hari ini, wajib bagi kami untuk mencetak poin setiap akhir pekan atau setiap dua akhir pekan, jadi kami perlu meningkatkan level."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net