INDOZONE.ID - Masih banyak yang nganggep semua oli itu sama aja. Padahal, beda kendaraan beda juga kebutuhannya.
Banyak kejadian orang asal tuang oli mobil ke motor atau sebaliknya, karena berpikir itu cuma soal pelumas doang. Padahal, urusan oli nggak bisa disepelein karena bisa ngaruh langsung ke performa dan umur mesin kendaraan.
Baca juga: 4 Cara Efektif Atasi Karat di Tangki Motor, Bikin Awet dan Aman!
Yuk, kenali lebih jauh bedanya oli mobil dan motor biar nggak asal pilih lagi.
Oli mobil punya zat aditif pelumas (friction modifier) dan TBN (Total Base Number) tinggi, cocok buat mesin mobil yang butuh perlindungan ekstra dari gesekan.
Tapi, kalau oli mobil dipakai buat motor, terutama yang punya sistem kopling basah, malah bisa bikin kopling jadi selip. Jadi, jangan asal tuang ya.
Oli mobil biasanya pakai standar dari ACEA, ILSAC, atau API Service, sedangkan oli motor punya standar JASO. Jadi, kalau nemu tulisan JASO MA atau MA2 di label, itu artinya oli buat motor.
Perhatikan label di kemasan, karena oli motor biasanya ada tulisan 4-T atau gambar motor. Kalau oli mobil, biasanya pakai gambar mobil atau tulisan kayak “for gasoline car”. Ini bukan hiasan doang, tapi petunjuk biar pengguna nggak asal pilih.
Mesin motor cenderung lebih cepat panas, jadi olinya dirancang tahan di suhu tinggi. Di sisi lain, oli mobil dibuat untuk suhu yang lebih stabil.
Nah itu sebabnya, oli motor biasanya punya daya tahan suhu yang lebih kuat.
Oli motor biasanya punya lebih banyak aditif detergen, karena mesin motor lebih gampang kotor. Sedangkan oli mobil fokus ke dispersan biar partikel kotoran tetap ngambang dan nggak nempel di mesin.
Kalau kamu perhatiin, oli motor biasanya dijual dalam botol kecil (sekitar 1 liter), sedangkan oli mobil butuh lebih banyak karena kapasitas mesinnya juga besar.
Oli motor umumnya diganti tiap 2.000–5.000 km, sementara oli mobil bisa tahan sampai 5.000–10.000 km. Jadi, jangan samain intervalnya ya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000.co.id