Ilustrasi mobil listrik terjang banjir. (Freepik)
INDOZONE.ID - Cuaca dalam beberapa hari terakhir, sedang tidak bersahabat dengan warga DKI Jakarta. Dengan intensitas hujan cukup tinggi, beberapa jalan Ibu Kota pun digenangi banjir.
Bagi pemilik kendaraan, seperti mobil listrik, banjir tentu menjadi masalah tersendiri. Meski mobil listrik tidak memiliki knalpot dan keamanan baterainya sudah teruji, bukan berarti pengendara tidak perlu berhati-hati.
Ilustrasi mobil listrik terjang banjir. (Freepik)
Jika mobil listrik kamu terpaksa melintasi banjir untuk sampai ke tempat tujuan, apa yang harus dilakukan?
Tenang, supaya kamu gak bingung, INDOZONE akan memberikan kamu cara-cara aman bagi mobil listrik untuk melintasi jalanan yang tergenangi banjir.
Baca juga: Jangan Tergiur Murah, Ini 5 Tips Beli Mobil Listrik Second yang Wajib Kamu Perhatikan!
Pertama, kamu harus tahu batas rendam air (wading depth) dari mobil listrik kamu. Kamu harus tahu, setiap pabrikan memiliki wading depth masing-masing.
Hal itu diungkapkan olePakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa, menekankan bahwa hal utama yang harus diperhatikan adalah batas rendam air (wading depth) yang telah ditentukan oleh pabrikan.
"Kita tetap harus memperhatikan wading depth yang ditentukan pabrikan, biasanya tidak melebihi setengah roda atau dasar pintu. Beberapa EV, seperti BYD Yangwang U8, bahkan dirancang mampu berenang di air hingga 30 menit, jadi berbeda-beda," ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, dikutip dari ANTARA, Rabu (9/7/2025).
Lalu, saat terpaksa melalui jalanan yang tergenang banjir, kamu harus memacu mobil listrik dengan kecepatan konstan.
Baca juga: Punya Uang 400 Jutaan? Mobil Listrik BYD Atto 3 Ini Layak Kamu Pertimbangkan, Cek Spesifikasinya
Berapa kecepatan konstan yang dimaksud? Menurut Yannes, kamu bisa melaju dengan kecepatan 5-10 km/jam.
Tujuan dari melaju dengan kecepatan konstan, adalah menciptakan gelombang busur di depan kendaraan, sehingga menekan ketinggian air di sekitar bodi.
Lalu, kamu juga harus ingat, untuk tidak menghentikan laju mobil listrik di tengah genangan banjir, apalagi melakukan akselerasi mendadak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA