Tampilan Volvo S60 Gen 1 yang sporty dan mewah. (Volvo Owners Club)
INDOZONE.ID - Mobil Eropa selalu punya daya tarik tersendiri. Desainnya yang elegan, fitur canggih, dan performa yang memukau, membuat banyak orang tergoda untuk memiliki mobil dari merek-merek seperti BMW, Mercedes-Benz, Audi, atau Volkswagen.
Namun, harga mobil Eropa baru yang cukup tinggi sering kali membuat mobil bekas jadi pilihan paling masuk akal.
Meski begitu, membeli mobil Eropa bekas bukan perkara asal beli. Kalau kamu kurang teliti, bisa-bisa bukannya untung malah tekor, karena biaya perbaikan dan perawatan yang membengkak.
Nah, supaya kamu nggak kaget setelah membawa pulang mobil impian, simak 5 tips penting membeli mobil Eropa bekas berikut ini.
Ilustrasi servis mobil. (Freepik)
Mobil Eropa terkenal dengan perawatannya yang cukup ketat dan membutuhkan servis berkala. Maka dari itu, riwayat servis lengkap jadi salah satu hal terpenting yang harus kamu perhatikan.
Pastikan mobil yang kamu incar selalu diservis di bengkel resmi atau bengkel spesialis dengan catatan servis yang jelas.
Riwayat servis yang lengkap menunjukkan mobil dirawat dengan baik, sehingga mengurangi risiko masalah tersembunyi yang bisa bikin kantong jebol di kemudian hari.
Ilustrasi servis mobil. (Freepik)
Mesin dan transmisi adalah jantung dari mobil Eropa. Karena itu, sebelum membeli, pastikan kondisi kedua komponen ini benar-benar sehat.
Jangan ragu untuk membawa mekanik berpengalaman atau menggunakan jasa inspeksi mobil bekas profesional.
Baca juga: Baru Lulus Kuliah? Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas yang Pas untuk Dipakai Berpergian ke Kantor!
Mobil Eropa bekas yang mesinnya bermasalah bisa memerlukan biaya perbaikan puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Jadi, lebih baik mengeluarkan sedikit biaya untuk pengecekan ketimbang menanggung risiko perbaikan besar di kemudian hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: OLX, Https://mini-indonesia.com/