INDOZONE.ID - Buat kamu yang punya mobil, salah satu komponen yang nggak boleh diabaikan perawatannya adalah aki.
Komponen ini berperan penting buat menyuplai listrik ke seluruh sistem kelistrikan mobil. Mulai dari starter mesin sampai perangkat elektronik kayak lampu, AC, hingga audio.
Nah, kalau mobilmu pakai aki basah, salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah air aki. Air ini berfungsi menjaga kinerja aki supaya tetap optimal.
Tapi, pertanyaan yang sering muncul yaitu, kapan waktu yang tepat buat ganti air aki mobil? Biar nggak bingung, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Air aki berfungsi sebagai media penghantar arus listrik di dalam aki. Tanpa jumlah air yang cukup, proses kimia di dalam aki nggak bisa berjalan normal.
Akibatnya, suplai listrik ke komponen mobil seperti starter, lampu, sistem audio, hingga AC jadi terganggu.
Baca juga: Cara Jumper Aki Mobil Soak yang Aman, Dijamin Cepat dan Gampang!
Lebih parah lagi, kekurangan air aki bisa bikin pelat-pelat di dalam aki kering, memicu korosi, bahkan menyebabkan kerusakan permanen.
Kalau sudah begitu, nggak ada cara lain selain mengganti aki baru yang pastinya lebih mahal.
Bukan cuma ditambah, ada juga kondisi di mana air aki harus diganti secara keseluruhan. Beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan antara lain:
Baca juga: Aki Berkualitas Jadi Kunci Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh ala Pengguna Campervan
Kalau tanda-tanda ini muncul, sebaiknya langsung bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pengecekan menyeluruh. Kadang, masalah ini juga jadi sinyal kalau aki sudah harus diganti dengan yang baru.
Berikut kondisi yang wajib kamu pahami supaya tahu kapan saat yang tepat untuk mengecek, menambah, atau mengganti air aki mobilmu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000