Ilustrasi mobil bekas. (Pexels/Pixabay)
INDOZONE.ID - Mencari mobil bekas dengan harga miring memang menggoda. Tapi, jangan buru-buru tergiur, apalagi jika unit tersebut ternyata bekas tabrakan.
Selain berisiko bikin kantong bolong karena perbaikan, kondisi mobil juga bisa memengaruhi kenyamanan dan keselamatan berkendara.
“Riwayat bekas tabrakan bisa sangat mempengaruhi kondisi mobil dalam jangka waktu panjang. Tidak hanya terkait biaya perbaikan, namun juga risiko kecelakaan akibat kerusakan komponen penting. Karena itu, AutoFamily harus hati-hati ketika ‘berburu’ mobil bekas supaya nyaman dan aman saat mobilitas,” jelas Yagimin, Chief Marketing Auto2000 dalam pernyataannya ke Indozone.
Kerusakan akibat tabrakan bisa menyebar ke banyak sektor. Di mesin, misalnya, benturan bisa bikin performa drop, mobil mudah mogok, bahkan membahayakan pengendara.
Baca juga: 5 Tips Beli Mobil Mewah Bekas yang Kamu Harus Tahu supaya Gak Nyesel Kemudian Hari!
Bagian kelistrikan juga rawan terganggu. Kabel, soket, hingga ECU bisa bermasalah dan memicu malfungsi di fitur penting, termasuk airbags dan ABS.
Baca juga: 5 Penyebab Harga Mobil Bekas Premium Turun Drastis meski Tahun Muda, Kok Bisa?
Sementara itu, pada bodi, tanda bekas tabrakan biasanya terlihat dari baret, penyok, sampai sasis yang rusak. Meski sudah diperbaiki, struktur mobil belum tentu kembali seperti semula jika penanganannya tidak profesional.
Sebelum memutuskan beli, lakukan pemeriksaan visual sederhana. Beberapa hal yang bisa diperhatikan:
Celah pintu, kap mesin, dan bagasi yang tidak simetris.
Warna cat berbeda antar panel bodi.
Bekas las yang kasar atau dempul terlalu tebal.
Baut dan mur yang terlihat pernah dilepas atau diganti.
Bagian tersembunyi seperti bawah karpet bagasi dan area rangka pintu juga bisa jadi petunjuk adanya perbaikan besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber