Ilustrasi mesin mobil. (Pexels/rawpixel)
INDOZONE.ID - Toyota Avanza dikenal sebagai mobil keluarga yang tangguh, irit, dan mudah dirawat. Tapi, seiring pemakaian, banyak pengguna yang mulai merasakan mesin ngelitik (knocking) dan bergetar terutama saat mobil melaju pelan atau menanjak.
Gejala ini sering dianggap sepele, padahal kalau dibiarkan bisa bikin performa mesin menurun dan komponen cepat rusak. Sebab, jika mesin mobil ngelitik bisa jadi ada beberapa permasalahan yang menimpa mobil kamu.
Nah, biar kamu nggak salah langkah, yuk pahami lima penyebab utama mesin Toyota Avanza bisa ngelitik dan bergetar, sekaligus cara mengatasinya sebelum makin parah.
Ilustrasi petugas SPBU Pertamina mengisi BBM kendaraan. (Dok. Pertamina Patra Niaga)
Penyebab paling umum mesin Avanza ngelitik adalah penggunaan bahan bakar dengan oktan rendah. Mesin Avanza, terutama yang sudah pakai teknologi Dual VVT-i, butuh bensin dengan oktan minimal RON 92 (seperti Pertamax).
Kalau kamu pakai bensin RON 90 atau di bawahnya, proses pembakaran jadi nggak sempurna dan muncul suara “klitik-klitik” dari ruang mesin.
Selain bikin suara mengganggu, pembakaran tidak sempurna juga bikin tenaga mesin berkurang dan konsumsi BBM jadi boros. Jadi, pastikan kamu isi bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, apalagi kalau sering melewati tanjakan atau bawa muatan berat.
Kalau getaran terasa kuat saat mobil diam atau di posisi gigi netral, besar kemungkinan engine mounting mulai melemah. Komponen ini berfungsi menopang mesin dan meredam getaran agar nggak terasa ke kabin. Saat karetnya sudah retak atau kaku, getaran mesin langsung terasa lebih keras.
Baca juga: 5 Penyebab Kopling Mobil Keras yang Kamu Harus Tahu: Jangan Disepelekan!
Sedangkan kalau getaran muncul saat perpindahan gigi atau saat mobil mulai jalan, bisa jadi kampas kopling sudah menipis. Kondisi ini bikin tenaga mesin nggak tersalurkan dengan halus dan muncul efek “nyentak” atau getaran tambahan di bodi mobil.
Solusinya, segera cek kondisi mounting dan kopling di bengkel resmi. Ganti kalau memang sudah aus, karena kalau dibiarkan bisa merembet ke kerusakan komponen lain seperti transmisi atau dudukan mesin.
Busi adalah salah satu komponen penting yang menentukan kelancaran proses pembakaran. Kalau busi kotor, aus, atau celahnya sudah melebar, percikan api jadi lemah dan bahan bakar nggak terbakar sempurna. Akibatnya, muncul getaran tidak normal dan mesin terasa “pincang”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000