INDOZONE.ID - Kalau kamu pernah melihat mobil diesel yang tiba-tiba mengeluarkan asap putih tebal dari knalpotnya, jangan langsung panik dulu. Kondisi ini memang sering bikin khawatir, apalagi kalau kamu baru saja melakukan perjalanan jauh atau sedang menyalakan mobil di pagi hari.
Mobil diesel memang punya karakter berbeda dari mesin bensin. Sistem pembakaran, kompresi tinggi, dan penggunaan solar membuat gejala seperti knalpot ngebul jadi lebih sering muncul.
Tapi, kalau kamu bisa mengenali penyebab pastinya, masalah ini bisa diatasi sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Yuk, kita bahas lebih dalam!
Kalau asap putih muncul sesaat setelah mesin dinyalakan di pagi hari, terutama saat cuaca dingin, kamu nggak perlu khawatir. Ini reaksi alami dari uap air yang terbentuk di dalam sistem knalpot.
Ketika suhu mesin masih rendah, uap air hasil kondensasi ikut keluar bersama gas buang dan terlihat seperti asap putih.
Begitu mesin mencapai suhu kerja normal, biasanya asap putih itu langsung hilang. Jadi, kalau kondisinya seperti ini, kamu nggak perlu panik, cukup biarkan mesin bekerja beberapa menit sebelum jalan agar pembakaran berlangsung sempurna.
Nah, kalau asap putihnya tebal, tidak hilang-hilang, dan berbau agak manis seperti cairan radiator, kemungkinan besar ada kebocoran coolant yang masuk ke ruang bakar.
Ini biasanya disebabkan oleh gasket kepala silinder yang rusak, retak pada blok mesin, atau kerusakan di kepala silinder. Cairan pendingin yang terbakar bersama bahan bakar akan menghasilkan asap putih pekat yang terus keluar dari knalpot.
Baca juga: Simak Sebelum Terlambat! Menilik Penyebab Diesel Runaway yang Intai Pemilik Mobil Diesel
Masalah ini serius, karena kalau dibiarkan, bisa bikin mesin cepat panas (overheating) dan menimbulkan kerusakan besar. Solusinya, segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan sistem pendingin dan tekanan kompresi mesin.
Ilustrasi bahan bakar diesel. (REUTERS/Eric Gaillard)
Salah satu penyebab umum lain knalpot mobil diesel ngebul putih adalah solar yang tidak terbakar sempurna di ruang bakar. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti tekanan kompresi yang lemah, injektor bahan bakar yang kotor, atau waktu penyemprotan bahan bakar (timing injection) yang tidak tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000