Ilustrasi mobil mogok tiba-tiba. (freepik)
INDOZONE.ID - Mobil mogok di tengah perjalanan adalah salah satu situasi yang paling bikin panik. Banyak pengendara tidak sadar bahwa sebagian besar penyebab mobil mogok, sebenarnya berasal dari komponen mobil yang sudah lama menunjukkan gejala.
Berikut di antaranya.
Ilustrasi mobil mogok. (Freepik)
Aki adalah pusat suplai listrik di mobil. Ketika menjadi komponen mobil yang gampang rusak dan bikin mogok, tandanya terlihat dari mesin yang sulit distarter, lampu meredup, atau klakson melemah.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, aki tidak lagi mampu memutar starter dan akhirnya menyebabkan mobil berhenti total.
Untuk menghindarinya, cek tegangan aki secara berkala dan pastikan terminalnya bersih. Mobil yang jarang digunakan juga perlu dinyalakan setidaknya seminggu sekali agar aki tidak drop.
Alternator adalah salah satu komponen mobil pemicu mobil mogok jika tidak bekerja sebagaimana mestinya. Fungsinya yang vital membuat aki tetap terisi saat mesin menyala.
Bila alternator bermasalah, lampu indikator aki biasanya menyala di dashboard, disertai suara dari ruang mesin akibat sabuk penggerak yang aus.
Baca juga: 4 Cara Aman Menghadapi Rem Mobil Blong di Jalan Turunan, Jangan Panik!
Kerusakan alternator tidak boleh disepelekan karena memengaruhi sistem listrik lainnya. Segera periksa ke bengkel bila mendapati tanda-tandanya.
Busi termasuk komponen mobil yang gampang rusak dan bikin mogok jika tidak dirawat. Ketika busi kotor atau aus, pembakaran mesin menjadi tidak sempurna dan percikan api melemah.
Akibatnya, mobil sulit dinyalakan, tenaga berkurang, bahkan bisa mati tiba-tiba di jalan.
Solusinya, lakukan pengecekan busi sesuai jadwal servis dan gunakan busi dengan spesifikasi yang tepat agar performa tetap stabil.
Pompa bensin yang melemah dapat masuk dalam kategori penyebab mobil mogok paling sering, terutama pada mobil yang sering dibiarkan dengan tangki hampir kosong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wired.com