Berkendara Aman di Musim Hujan (pexels.com)
INDOZONE.ID - Hujan sering dianggap sepele oleh banyak pemilik mobil. Setelah kehujanan, mobil biasanya hanya dilap sekilas atau bahkan dibiarkan sampai benar-benar kering sendiri.
Padahal, air hujan yang menempel di bodi mobil bukan sekadar air biasa.
Di dalamnya terkandung berbagai zat kimia dan kotoran yang bisa mempercepat kerusakan, baik pada tampilan maupun komponen kendaraan.
Buat kamu yang sayang sama mobil dan ingin kondisinya tetap kinclong serta awet dipakai jangka panjang, mencuci mobil setelah kehujanan itu penting banget.
Bukan soal penampilan saja, tapi juga soal perlindungan bodi dan nilai kendaraan. Nah, berikut ini lima alasan kuat kenapa mobil sebaiknya langsung dicuci setelah terkena hujan. Simak selengkapnya di bawah ini!
Ilustrasi pengendara mobil menerabas hujan lebat. (Dok. Auto2000)
Air hujan bukan air murni. Di dalamnya bisa mengandung zat asam akibat polusi udara, terutama kalau kamu sering berkendara di area perkotaan atau dekat kawasan industri.
Zat asam ini bisa meninggalkan bercak pada cat mobil yang lama-kelamaan sulit dihilangkan.
Kalau dibiarkan, bercak ini bisa membuat lapisan clear coat memudar. Warna mobil jadi kusam, bahkan dalam beberapa kasus bisa muncul efek belang yang bikin tampilan mobil jadi tidak sedap dipandang.
Eksterior dan Interiornya dipenuhi lumpur tebal. (Tiktok/@rifqifauziakbar)
Saat hujan turun, air membawa debu, pasir halus, dan kotoran dari udara maupun jalanan. Partikel kecil ini menempel di permukaan mobil, terutama di bagian bawah pintu, fender, dan bumper.
Baca juga: 5 Keuntungan Pasang PPF di Bodi Mobil yang Bisa Cegah Kerusakan dan Baret Halus!
Kalau mobil langsung dibiarkan kering tanpa dicuci, kotoran ini bisa berubah jadi lapisan kasar. Saat kamu mengelapnya dengan lap kering, permukaan cat bisa tergores halus.
Goresan tipis memang tidak langsung terlihat, tapi lama-kelamaan bikin cat terlihat buram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000