Toyota Raize GR 1.0T Sport CVT (Toyota Astra)
INDOZONE.ID - Toyota Raize Turbo jadi salah satu SUV kompak yang cukup banyak dipilih karena tampilannya sporty, tenaganya terasa, dan harganya masih masuk akal.
Tapi di balik performanya yang gesit, masih banyak pemilik atau calon pembeli yang bingung soal satu hal penting, yaitu boleh atau tidaknya Raize Turbo diisi Pertalite.
Apalagi, harga BBM naik turun, wajar kalau orang cari opsi paling hemat. Nah, sebelum asal isi bensin, ada baiknya kamu pahami dulu spesifikasi mesinnya dan dampaknya ke jangka panjang. Simak selengkapnya di bawah ini!
Tampilan mobil Toyota Raize versi hybrid yang dijual di Jepang (photo/Toyota)
Toyota Raize Turbo dibekali mesin 1.0L 3-silinder turbo dengan kode 1KR-VET. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sekitar 98 PS, dengan torsi puncak 140 Nm yang sudah terasa sejak putaran rendah.
Karakter mesinnya memang dirancang responsif untuk pemakaian harian di dalam kota, maupun luar kota. Karena sudah menggunakan teknologi turbo, kebutuhan bahan bakarnya jelas berbeda dibanding mesin non-turbo biasa.
Baca juga: 3 Rekomendasi Tipe Toyota Raize Terbaik Paling Pas untuk Anak Muda Stylish
Mesin turbo bekerja dengan tekanan udara tambahan untuk meningkatkan performa. Artinya, proses pembakaran harus stabil dan presisi, supaya tidak terjadi masalah seperti knocking atau pembakaran tidak sempurna.
Toyota Raize Turbo punya rasio kompresi sekitar 9,5:1. Secara teknis, rasio ini memang tidak setinggi mesin performa tinggi, tapi karena ada turbo, kualitas BBM tetap jadi faktor krusial.
Pabrikannya menganjurkan penggunaan BBM dengan RON minimal 92, seperti Pertamax atau setara. Sedangkan, Pertalite memiliki RON 90.
Jadi kalau ditanya boleh atau tidak diisi Pertalite, jawabannya secara teknis mesin bisa menyala, tapi tidak direkomendasikan untuk pemakaian rutin.
Mengisi Pertalite pada Raize Turbo memang tidak langsung bikin mesin rusak. ECU mobil modern sudah cukup pintar untuk menyesuaikan pengapian. Namun, ada beberapa konsekuensi yang perlu kamu pahami.
Pertama, performa mesin akan menurun. Tarikan terasa lebih berat dan respons gas tidak secepat saat pakai BBM RON 92. Ini karena ECU menahan timing pengapian demi mencegah knocking.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000