Ilustrasi kolong motor. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Kolong motor sering luput dari perhatian, padahal bagian ini paling sering “kena imbas” kondisi jalan. Lumpur, air hujan, hingga tetesan oli mudah menumpuk di area kaki-kaki dan kolong mesin.
Saat musim hujan, kondisinya makin parah. Lumpur basah menempel, lalu mengering dan mengeras. Jika dibiarkan, kolong motor bukan cuma terlihat kusam, tapi juga bisa memicu masalah teknis.
Pasalnya, kotoran di kolong motor bisa menahan kelembapan. Dalam jangka panjang, ini berisiko menyebabkan karat, terutama di baut, standar tengah, dan rangka bawah.
Oli yang menempel juga jadi magnet debu. Lama-lama membentuk kerak hitam yang sulit dibersihkan dan bikin area sekitar terlihat jorok.
Baca juga: Dear Girl! Ini Lho 5 Cara Merawat Motor Matic Ringan Supaya Performanya Terjaga dan Tetap Awet
Jika sudah parah, efeknya terasa langsung. Standar tengah jadi berat, suspensi terasa kurang halus, bahkan komponen bergerak bisa cepat aus.
Idealnya, kolong motor dibersihkan dua minggu hingga sebulan sekali. Minimal dua kali setahun untuk mencegah karat dan menjaga umur komponen.
Baca juga: 3 Tips Penting Merawat Motor Listrik yang Wajib Banget Diperhatikan supaya Awet dan Gak Cepat Rusak
Melansir laman Suzuki Indonesia, membersihkan kolong motor tidak bisa asal semprot. Ada beberapa hal yang sebaiknya benar-benar dihindari agar tidak merusak komponen.
Tidak perlu menunggu motor terlihat sangat kotor. Ada beberapa momen yang jadi tanda kolong motor perlu dibersihkan.
Setelah melewati hujan deras atau genangan air, sebaiknya kolong motor langsung dicek. Lumpur basah lebih mudah dibersihkan sebelum mengering.
Begitu juga setelah melewati jalan berlumpur atau selesai touring jarak jauh. Kotoran biasanya menumpuk tanpa disadari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia