Denza D9 di GJAW 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Kaleidoskop 2025 industri otomotif Indonesia nampak kontras. Saat pasar mobil konvensional melambat, mobil listrik (EV) justru tancap gas dan menjadi pujaan baru masyarakat Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah mulai serius mendorong mobil nasional dengan target harga terjangkau, di bawah Rp300 juta.
Penjualan mobil nasional mencatat kenaikan pada November 2025. Data whole sales GAIKINDO menunjukkan distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 74.252 unit, naik tipis 0,32 persen dibanding Oktober.
Sementara itu, retail sales atau penjualan ke konsumen naik lebih signifikan. Angkanya mencapai 79.310 unit, tumbuh 6,1 persen secara bulanan.
November pun menjadi bulan dengan penjualan tertinggi sepanjang 2025.
Baca juga: Tanpa Insentif Mobil Listrik, Manfaat Ekonomi Rp544 T Diprediksi Hilang
Meski ada kenaikan di akhir tahun, secara akumulasi penjualan masih tertinggal. Total whole sales Januari–November 2025 berada di angka 710.084 unit, turun 9,6 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Retail sales juga mencerminkan tren serupa, dengan total 739.977 unit, turun dari 807.586 unit pada 2024.
GAIKINDO pun merevisi target penjualan 2025 dari 900 ribu unit menjadi 780 ribu unit.
Di tengah perlambatan, merek Jepang masih memegang kendali pasar.
Toyota memimpin dengan 224.018 unit, diikuti Daihatsu (118.774 unit), Mitsubishi (63.918 unit), Suzuki (55.905 unit), dan Honda (53.301 unit).
Toyota Innova Zenix Hybrid. (Dok. Seva)
Namun, peta ini mulai bergeser ketika masuk ke segmen kendaraan listrik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan