Ilustrasi membeli mobil bekas. (Freepik)
INDOZONE.ID - Lebaran 2026 sudah di depan mata. Buat kamu yang berencana mudik tapi belum punya kendaraan, beli mobil bekas bisa jadi solusi secara finansial asal tahu caranya.
Namun, jika salah pilih, liburan bisa berubah jadi mimpi buruk
Pasar mobil bekas di Indonesia memang besar dan terus tumbuh. Tapi justru karena itu, peluang penipuan juga makin variatif.
Beberapa penipuan jual beli mobil bekas, mulai dari odometer yang diputar balik, dokumen palsu, sampai mobil bekas banjir yang dicat ulang biar kelihatan mulus.
Biar gak tertipu, jangan lupakan aturan jangan pernah bayar DP sebelum ketemu langsung penjualnya.
Baca juga: 5 Alasan Mobil Sedan Bekas Masih Layak Dipertimbangkan, Pas buat Keluarga Minimalis!
Baca juga: Simak Cara Menghilangkan Bekas Lem Stiker di Kaca Mobil!
STNK dan BPKB adalah dua dokumen wajib yang harus kamu periksa.
Pastikan nomor rangka dan nomor mesin di kedua dokumen itu cocok dengan yang tertera di fisik kendaraan.
Ketidaksesuaian sekecil apa pun adalah red flag.
Tanya juga riwayat servisnya. Mobil yang punya catatan perawatan rutin jauh lebih aman.
Perhatikan perbedaan warna cat antar panel.
Cat yang terlalu sempurna justru mencurigakan, bisa jadi tanda panel sudah pernah diganti akibat tabrakan.
Cek bagian kolong mobil. Ini area paling rawan kalau mobil pernah kena banjir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000