Ilustrasi mengendarai motor matic melewati jalan turunan. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Melewati jalan turunan dengan motor matic butuh teknik khusus. Nggak cuma tarik rem dan berdoa.
Ada 5 hal yang wajib diperhatikan. Jangan kosongkan gas penuh, posisikan empat jari di handle rem, prioritaskan rem depan, jangan lepas rem sebelum turunan selesai, dan gunakan kaki kanan sebagai penyeimbang.
Motor matic punya sistem transmisi otomatis yang bekerja berbeda dari motor manual.
Saat turunan, tidak ada engine brake seperti di motor gigi, semua beban pengereman jatuh ke tangan pengendara. Salah teknik sedikit, motor bisa meluncur tak terkendali.
Banyak kecelakaan tunggal di jalan pegunungan melibatkan motor matic yang remnya "habis" karena pengendara tidak tahu cara mengelola laju dengan benar.
Berikut 5 cara aman membawa motor matic saat melewati jalan turunan melansir laman Suzuki Indonesia.
Baca juga: Seberapa Aman Kunci Keyless di Motor Matic? Ini 3 Jawaban Penting yang Harus Dipahami
Ini kesalahan paling umum. Saat turunan, banyak orang refleks melepas gas sepenuhnya. Padahal itu justru berbahaya pada motor matic.
Transmisi otomatis butuh putaran mesin minimal untuk tetap stabil. Kurangi gas, tapi jangan sampai nol.
Pertahankan laju di kisaran 5–10 km/jam sebelum mulai mengerem secara aktif.
Ilustrasi pria naik motor matic (Freepik/kroshka__nastya)
Begitu gas sudah diatur di kecepatan rendah, posisikan keempat jari, kelingking, jari manis, jari tengah, dan telunjuk di handle rem kiri dan kanan.
Jempol tetap di grip gas untuk kontrol. Cengkram rem secukupnya, jangan terlalu dalam.
Rem yang dicengkram terlalu keras justru bisa membuat ban mengunci dan motor kehilangan keseimbangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: