Toyota Innova Zenix Hybrid. (Dok. Seva)
INDOZONE.ID - Merawat baterai mobil hybrid menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik kendaraan hybrid. Pasalnya, baterai merupakan komponen utama yang berpengaruh langsung terhadap efisiensi, performa, hingga biaya jangka panjang.
Mobil hybrid sendiri menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, sehingga sistem baterainya bekerja secara dinamis.
Harga baterai mobil hybrid bisa mencapai Rp20 - 50 juta, sehingga perawatannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
Baca juga: Ini 5 Perbedaan Mobil Hybrid dan Plug-in Hybrid yang Wajib Dipahami Pemula, Jangan Bingung!
Baterai mobil hybrid memiliki umur pakai cukup panjang, yakni sekitar 8 - 10 tahun. Namun, usia tersebut sangat bergantung pada cara pemakaian sehari-hari.
Jika dirawat dengan benar, performa baterai hybrid dapat tetap stabil dalam jangka waktu lama. Sebaliknya, kebiasaan yang salah justru dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.
Salah satu cara paling penting adalah menggunakan mobil secara rutin, minimal 2–3 kali dalam seminggu.
Baterai mobil hybrid bekerja dengan sistem isi dan pakai (charge–discharge). Jika mobil terlalu lama tidak digunakan:
Bagi pemilik mobil hybrid disarankan untuk menyalakan mobil setidaknya 10 - 15 menit setiap beberapa hari, atau digunakan untuk perjalanan singkat sekitar 5 - 10 km.
Suhu pada baterai mobil hybrid menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan performanya.
Berikut cara jaga suhu kabin pada mobil hybrid:
Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat reaksi kimia di dalam baterai, sehingga mempercepat penurunan kapasitas.
Baca juga: Daftar Lengkap Harga Mobil Hybrid di Indonesia per Januari 2026
Adapun, cara berkendara untuk mobil hybrid turut berpengaruh besar terhadap umur baterai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Toyota.astra.co.id