Ilustrasi Mesin Motor (Freepik.com @ASphotofamily) (Freepik.com @ASphotofamily)
INDOZONE.ID - Mendengar istilah "turun mesin" sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi pemilik sepeda motor. Selain proses pengerjaannya yang memakan waktu lama, biaya yang harus dikeluarkan pun biasanya tidak sedikit karena melibatkan pembongkaran total area jantung pacu untuk penggantian komponen internal yang aus atau rusak.
Di tahun 2026 ini, di mana mobilitas sangat bergantung pada performa kendaraan yang prima, sangat penting bagi kamu untuk mendeteksi gejala kerusakan turun mesin lebih awal.
Berikut adalah 5 tanda motor matic harus turun mesin yang harus kamu pahami agar kerusakan tidak merembet ke komponen lainnya.
Tampilan knalpot motor ngebul mengeluarkan asap putih. (Suzuki Indonesia)
Tanda yang paling jelas terlihat adalah munculnya asap putih tipis maupun pekat dari lubang pembuangan. Asap putih ini menandakan adanya oli mesin yang ikut terbakar di dalam ruang bakar.
Biasanya, hal ini disebabkan oleh ring piston yang sudah lemah atau dinding silinder yang baret. Jika dibiarkan, oli akan terus berkurang dan bisa menyebabkan mesin macet total (jammed).
Ilustrasi mesin motor (Freepik/master1305)
Mesin motor matic yang sehat seharusnya terdengar halus dan konstan. Jika kamu mulai mendengar suara ketukan logam yang keras (knocking) atau bunyi "tek-tek" yang mengikuti putaran mesin di bagian blok tengah, itu bisa menjadi sinyal bahwa setang seher (connecting rod) atau klaher kruk as sudah oblak.
Baca juga: Jangan Ngirit Oli Mesin! Simak Penjelasan Berikut Agar Motor Awet Bertahun-tahun
Kerusakan di area bawah mesin ini mengharuskan pembongkaran total atau turun mesin untuk perbaikan.
NMAX Turbo punya fitur yang memudahkan untuk touring. (Dok. YIMM.)
Jika kamu merasa tarikan motor terasa sangat berat meski gas sudah ditarik dalam, atau motor tidak kuat menanjak seperti biasanya, bisa jadi kompresi mesin sudah bocor.
Baca juga: Perbedaan Knalpot Racing dan Standar: Pengaruhnya Terhadap Aliran Gas Buang dan Tenaga Mesin
Kebocoran kompresi sering diakibatkan oleh penumpukan kerak karbon di bagian klep atau dinding silinder yang sudah tidak presisi. Untuk mengembalikan performa seperti baru, servis besar atau turun mesin bagian atas (top overhaul) perlu dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI