Ilustrasi rem motor. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - ABS dan CBS adalah dua teknologi pengereman motor yang punya fungsi berbeda.
CBS membantu membagi tenaga rem ke roda depan dan belakang agar pengereman lebih seimbang, sementara ABS dirancang untuk mencegah roda terkunci saat rem mendadak.
Keduanya sama-sama bikin berkendara lebih aman, tapi cara kerjanya jelas berbeda.
Buat banyak orang, istilah ABS dan CBS sering cuma jadi tulisan kecil di brosur motor. Padahal, perbedaan dua sistem ini cukup berpengaruh ke pengalaman berkendara sehari-hari.
Apalagi sekarang makin banyak motor matik dan sport yang sudah dibekali fitur keselamatan modern. Jadi, mana yang sebenarnya lebih cocok dipakai harian?
Melansir laman Suzuki Indonesia, CBS atau Combi Brake System bekerja dengan sistem pengereman terintegrasi. Saat pengendara menarik tuas rem belakang, sebagian tekanan rem otomatis diteruskan ke roda depan.
Efeknya, motor terasa lebih stabil karena distribusi pengereman jadi lebih seimbang.
Sistem tersebut banyak dipakai di motor matik dan motor harian karena simpel dan mudah digunakan.
Baca juga: 5 Ciri Motor Wajib Turun Mesin, Jangan Tunggu Sampai Rusak Total!
Baca juga: Kapan Harus Ganti Kampas Rem Motor? Ini Tanda-tandanya
CBS cocok buat pengendara yang belum terbiasa mengatur komposisi pengereman depan-belakang secara manual.
Sementara ABS atau Anti-lock Braking System punya pendekatan berbeda. Sistem ini menggunakan sensor elektronik untuk membaca putaran roda secara real-time.
Kalau sensor mendeteksi roda mulai terkunci saat pengereman keras, ABS akan mengatur ulang tekanan rem dalam hitungan milidetik. Makanya, saat ABS aktif, biasanya muncul getaran di tuas rem.
Tujuannya untuk menjaga roda tetap berputar agar motor tidak gampang selip.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia