Selasa, 08 JULI 2025 • 09:25 WIB

Masuk Musim Hujan, Kenali 5 Kerusakan Wiper Mobil yang Sering Terjadi dan Harus Kamu Ketahui!

Author

Ilustrasi Wiper Mobil Rusak. (FREEPIK/sviatkovskyi)

INDOZONE.ID - Musim hujan sudah mulai datang, dan ini artinya kamu perlu lebih waspada saat berkendara. Salah satu hal yang sering diremehkan tapi punya peran penting dalam menjaga keselamatan di musim hujan adalah wiper mobil.

Meskipun terlihat sepele, wiper adalah komponen vital yang menjaga visibilitas pengemudi tetap optimal saat hujan turun deras. Sayangnya, banyak pengendara baru sadar bahwa wiper mobil mereka bermasalah saat hujan sudah turun, dan ini bisa membahayakan.

Supaya kamu lebih siap, yuk kenali lima jenis kerusakan wiper mobil yang paling sering terjadi, agar kamu tahu gejalanya sejak awal dan bisa segera melakukan perbaikan sebelum terlambat.

Pertanda dan Ciri-ciri Wiper Mobil Rusak yang Sering Terjadi

1. Karet Wiper Keras, Retak, atau Sobek

Ilustrasi Karet Wiper Mobil

Masalah paling umum dan paling sering diabaikan adalah karet wiper yang sudah tidak lentur. Karet yang seharusnya lembut dan fleksibel ini bisa mengeras karena paparan sinar matahari terus-menerus atau karena usia pakai yang sudah terlalu lama.

Saat sudah keras, karet bisa retak atau bahkan sobek. Kondisi ini membuat sapuan wiper tidak merata, meninggalkan jejak air atau garis-garis buram di kaca depan.

Selain mengganggu pandangan, wiper yang seperti ini juga berisiko menggores kaca jika terus digunakan dalam kondisi rusak. Terutama saat hujan deras di malam hari, masalah ini bisa sangat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

2. Wiper Tidak Bergerak Sama Sekali

Ilustrasi Wiper Mobil

Wiper yang tidak bergerak meskipun sudah diaktifkan bisa menjadi tanda kerusakan serius. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari motor penggerak wiper yang rusak, sekring yang putus, hingga kabel kelistrikan yang terputus atau konslet.

Baca juga: 7 Tips Merawat Wiper Mobil Supaya Awet dan Tahan Lama

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh karat pada mekanisme wiper, terutama jika mobil jarang digunakan dalam waktu lama.

Saat komponen ini rusak total, wiper sama sekali tidak bisa berfungsi, dan itu jelas membahayakan pengemudi. Apalagi jika hujan tiba-tiba turun di tengah perjalanan dan kamu tidak punya visibilitas yang cukup untuk melihat jalan.

3. Sapuan Wiper Tidak Merata

Ilustrasi Wiper Mobil Rusak

Wiper yang menyapu air secara tidak merata biasanya membuat kaca depan tetap buram, meskipun wiper terlihat berfungsi.

Air masih terlihat menggenang di sebagian area kaca, bahkan bisa membentuk pola seperti pelangi atau garis-garis samar yang mengganggu pandangan. Kondisi ini bisa terjadi karena tekanan karet wiper ke kaca tidak merata.

Baca juga: Panduan Lengkap dan Mudah Merawat Mobil di Musim Hujan Biar Gak Karatan dan Mogok

Penyebabnya bisa karena batang wiper bengkok, pegas pengunci melemah, atau kerusakan pada bentuk karet itu sendiri. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tapi juga bisa menjadi risiko serius saat visibilitas menurun drastis.

4. Suara Wiper Berdecit dan Mengganggu

Ilustrasi Wiper Mobil Rusak. (FREEPIK/sviatkovskyi)

Salah satu tanda wiper sudah tidak optimal adalah ketika ia mengeluarkan suara berdecit atau berderit saat menyapu kaca. Selain mengganggu kenyamanan, suara ini menunjukkan adanya gesekan berlebihan antara karet wiper dan permukaan kaca.

Baca juga: Mengenal 5 Fungsi Defogger Kaca Mobil yang Harus Kamu Tahu, Berguna Saat Hujan!

Biasanya ini terjadi karena karet sudah kaku, kering, atau kotor. Permukaan kaca yang penuh debu atau residu juga bisa menjadi penyebabnya. Jika suara ini dibiarkan, bisa berdampak pada goresan halus di kaca atau karet wiper cepat aus.

5. Gerakan Wiper Tidak Konsisten atau Terlalu Lambat

Menggunakan Wiper Kaca saat Berkendara di Musim Hujan (pexels.com)

Satu lagi kerusakan yang sering terjadi adalah gerakan wiper yang tidak stabil. Kadang wiper bergerak terlalu lambat, tersendat-sendat, atau kecepatannya tidak sesuai dengan pengaturan di tuas kontrol.

Baca juga: Berkendara Aman saat Hujan: Jangan Melebihi Kecepatan 40 Km/Jam!

Masalah ini bisa disebabkan oleh motor wiper yang melemah, hambatan pada engsel mekanik, atau bahkan arus listrik yang tidak stabil karena kabel atau sekring bermasalah. Selain itu, kotoran dan karat pada mekanisme gerak wiper juga bisa menyebabkan pergerakan menjadi tidak lancar.

Gerakan yang tidak konsisten ini sangat berisiko, karena menyapu air secara tidak efektif. Saat hujan deras turun tiba-tiba, kondisi ini bisa menyebabkan pengemudi tidak bisa melihat jalan dengan jelas, dan ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara di malam hari atau di jalan tol dengan kecepatan tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU