Senin, 18 AGUSTUS 2025 • 17:45 WIB

Ban Mobil Sobek Bagian Samping Apakah Masih Aman Digunakan? Yuk Cek Penjelasannya di Sini!

Author

Memilih ban mobil yang tepat dengan ukuran dan jenis yang sesuai menjadi suatu keharusan. (pexels.com

INDOZONE.ID -  Ketika kamu sedang mengecek kondisi ban mobil, dan menemukan sobekan di bagian samping, wajar kalau langsung muncul rasa khawatir. 

Banyak pengemudi bertanya-tanya, apakah ban mobil yang sobek di bagian samping masih aman digunakan, atau justru harus langsung diganti? 

Ban mobil merupakan salah satu komponen paling vital dalam sistem keselamatan kendaraan. Bagian samping ban, atau yang biasa disebut sidewall.

Sidewall ini punya peran penting dalam menopang beban kendaraan, menyerap guncangan, dan menjaga kestabilan saat menikung atau melaju di kecepatan tinggi.

Jadi, kalau bagian ini mengalami kerusakan, perlu ditangani dengan serius.

Kenapa Sobekan di Samping Ban Berbahaya?

Ilustrasi cara merawat ban mobil. (Freepik/standret)

Berbeda dengan tapak ban yang memiliki lapisan pelindung lebih tebal, bagian samping ban cenderung lebih tipis dan fleksibel. Itulah kenapa sobekan di area ini lebih rentan menyebabkan kerusakan struktural pada ban secara keseluruhan.

Saat ban digunakan, bagian samping akan mengalami tekanan dan gerakan yang cukup besar, apalagi saat mobil membawa beban berat atau melaju kencang.

Baca juga: Ban Mobil Sobek Sedikit, Apakah Masih Aman Dipakai? Ini Risiko dan Waktu yang Tepat untuk Ganti

Jika terjadi sobekan kecil sekalipun, ada risiko udara di dalam ban merembes keluar secara perlahan, bahkan bisa terjadi ledakan (tire blowout) jika tekanan terlalu tinggi atau ban menghantam jalan berlubang dalam kecepatan tinggi.

Inilah yang membuat ban dengan sobekan di bagian samping umumnya tidak aman untuk digunakan, apalagi dalam perjalanan jauh atau di jalan tol.

Apakah Ban yang Sobek di Samping Bisa Diperbaiki?

Ilustrasi menggganti ban mobil. (Freepik)

Jawabannya tergantung pada ukuran dan kedalaman sobekan. Jika ban sobek hanya berupa goresan ringan yang tidak menembus lapisan dalam ban, mungkin masih bisa digunakan untuk sementara waktu, dengan pemantauan tekanan angin yang rutin. 

Tapi, jika sobekan sudah cukup dalam hingga menampakkan serat ban, atau membuat benang penguat (ply) terlihat, maka ban tersebut sebaiknya langsung diganti.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Ban Mobil Perlu Spooring Balancing yang Harus Diketahui, Cek Gejalanya di Sini!

Perlu diketahui, perbaikan ban hanya direkomendasikan untuk bagian tapak, bukan bagian samping. Sebagian besar, bengkel ban pun menolak memperbaiki ban yang sobek di sidewall karena tidak bisa menjamin kekuatan dan keamanannya setelah diperbaiki.

Bahkan jika diperbaiki dengan metode "tambal dari dalam", risiko kerusakan tetap tinggi karena beban kendaraan akan terus menekan area yang sudah lemah.

Baca juga: 5 Penyebab Ban Mobil Pecah di Tol yang Harus Kamu Ketahui, Wajib Waspada!

Kalau kamu tetap nekat menggunakan ban yang sudah sobek di bagian samping, ada beberapa risiko serius yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Ban bisa meledak tiba-tiba saat dikendarai di kecepatan tinggi atau ketika melewati jalan rusak.
  • Handling mobil jadi tidak stabil, terutama saat menikung atau menghindari rintangan.
  • Risiko kecelakaan meningkat, terutama jika ban pecah di jalan tol atau saat hujan.
  • Kerusakan tambahan bisa terjadi pada velg atau sistem suspensi jika ban kehilangan tekanan udara secara mendadak.

Sobekan pada ban, terutama di bagian samping, adalah sebuah tanda jelas, kamu harus mempertimbangkan penggantian.

Idealnya, jika sobekan lebih dari 1–2 cm, atau sudah menembus struktur ban bagian dalam, maka ban tersebut tidak boleh lagi digunakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000, SUZUKI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU