Kapan Waktu Ganti Air Aki Mobil yang Tepat? Simak Penjelasan Lengkap yang Harus Kamu Pahami!
INDOZONE.ID - Buat kamu yang punya mobil, salah satu komponen yang nggak boleh diabaikan perawatannya adalah aki.
Komponen ini berperan penting buat menyuplai listrik ke seluruh sistem kelistrikan mobil. Mulai dari starter mesin sampai perangkat elektronik kayak lampu, AC, hingga audio.
Nah, kalau mobilmu pakai aki basah, salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah air aki. Air ini berfungsi menjaga kinerja aki supaya tetap optimal.
Tapi, pertanyaan yang sering muncul yaitu, kapan waktu yang tepat buat ganti air aki mobil? Biar nggak bingung, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Ganti Air Aki Mobil Tiap Berapa Lama? Cek Pembahasannya di Sini!
Air aki berfungsi sebagai media penghantar arus listrik di dalam aki. Tanpa jumlah air yang cukup, proses kimia di dalam aki nggak bisa berjalan normal.
Akibatnya, suplai listrik ke komponen mobil seperti starter, lampu, sistem audio, hingga AC jadi terganggu.
Baca juga: Cara Jumper Aki Mobil Soak yang Aman, Dijamin Cepat dan Gampang!
Lebih parah lagi, kekurangan air aki bisa bikin pelat-pelat di dalam aki kering, memicu korosi, bahkan menyebabkan kerusakan permanen.
Kalau sudah begitu, nggak ada cara lain selain mengganti aki baru yang pastinya lebih mahal.
Bukan cuma ditambah, ada juga kondisi di mana air aki harus diganti secara keseluruhan. Beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan antara lain:
- Warna air aki berubah jadi keruh atau cokelat kehitaman.
- Ada endapan atau kerak di dasar sel aki.
- Tegangan aki nggak stabil meski sudah ditambah air.
- Aki cepat panas atau mengeluarkan bau menyengat yang nggak biasa.
Baca juga: Aki Berkualitas Jadi Kunci Kenyamanan Berkendara Jarak Jauh ala Pengguna Campervan
Kalau tanda-tanda ini muncul, sebaiknya langsung bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pengecekan menyeluruh. Kadang, masalah ini juga jadi sinyal kalau aki sudah harus diganti dengan yang baru.
Kapan Harus Mengganti atau Menambah Air Aki
Berikut kondisi yang wajib kamu pahami supaya tahu kapan saat yang tepat untuk mengecek, menambah, atau mengganti air aki mobilmu.
1. Level Air Menyentuh Garis Minimum
Saat melihat indikator air aki, biasanya ada dua garis yakni MIN dan MAX. Kalau volume air sudah mendekati garis MIN, itu tanda jelas kalau aki butuh tambahan air.
Idealnya, pengecekan ini dilakukan sebulan sekali, tapi kalau mobilmu sering dipakai, lebih baik dicek dua kali sebulan.
Baca juga: 5 Penyebab Radiator Mobil Bocor yang Harus Kamu Waspadai: Bisa Bikin Mesin Overheat!
Kalau kamu biarkan level air terus di bawah batas MIN, pelat-pelat aki bisa kering dan rusak, yang akhirnya bikin aki soak dan butuh diganti lebih cepat.
2. Mobil Dipakai Setiap Hari
Pemakaian mobil harian, apalagi di jalur macet atau perjalanan jarak jauh, bikin mesin bekerja lebih keras. Panas yang dihasilkan mempercepat penguapan air aki.
Kalau kamu termasuk pengguna mobil aktif, sebaiknya lakukan pengecekan setiap dua minggu sekali.
Misalnya, kamu pakai mobil buat kerja, antar anak sekolah, atau sering dipakai keluar kota, volume air aki bisa turun lebih cepat dibanding mobil yang jarang dipakai.
3. Aki Berumur Lebih dari 2 Tahun
Aki yang sudah tua, biasanya mengalami penurunan kualitas elektrolit dan komponen internal. Hal ini bikin air aki lebih cepat berkurang.
Kalau aki mobilmu sudah berumur 2–3 tahun, sebaiknya lakukan pengecekan lebih rutin, minimal setiap minggu.
Baca juga: Apakah Ganti Velg Mobil Ukuran Besar Bikin Konsumsi BBM Lebih Boros? Cek Faktanya di Sini!
Dengan perawatan yang benar, aki mobil bisa awet hingga 3–4 tahun tanpa masalah berarti, dan kamu juga terhindar dari biaya tak terduga untuk membeli aki baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000