Jangan Terkecoh, Ini 5 Ciri Speedometer Mobil Bekas Direset atau Diputar Agar KMnya Terlihat Rendah!
INDOZONE.ID - Pasar mobil bekas di Indonesia terus tumbuh pesat karena dianggap sebagai solusi ekonomis untuk memiliki kendaraan pribadi.
Namun, di balik banyaknya pilihan menarik, ada juga praktik curang yang perlu kamu waspadai, salah satunya adalah reset atau pemutaran speedometer untuk menurunkan angka kilometer (KM).
Manipulasi odometer atau speedometer bukan hal baru, dan sayangnya masih marak terjadi di dunia jual beli mobil bekas.
Dengan teknologi modern, pelaku bisa dengan mudah menurunkan angka KM secara digital atau mekanis agar mobil bisa dijual dengan harga lebih tinggi.
Hal ini tentu merugikan pembeli karena bisa menyesatkan soal kondisi mobil sebenarnya. Agar kamu tidak tertipu oleh tampilan KM yang tampak rendah, penting untuk mengetahui tanda-tanda atau ciri speedometer mobil bekas yang sudah direset, atau diputar ulang.
Tanda Speedometer Mobil Bekas Direset atau Diputar Agar KMnya Terlihat Rendah
1. Tidak Sinkron dengan Riwayat Servis
Ciri pertama yang paling jelas adalah ketidaksesuaian antara angka KM di speedometer dengan data riwayat servis. Biasanya, setiap kali mobil melakukan servis rutin di bengkel resmi, kilometer terakhir akan dicatat secara sistematis.
Jika kamu menemukan, angka KM terakhir dalam catatan servis lebih tinggi dari yang tertera di speedometer, maka besar kemungkinan speedometer sudah direset.
Kamu bisa meminta buku servis atau memeriksa aplikasi resmi dari pabrikan (jika tersedia), untuk melihat histori perawatan kendaraan.
Bila penjual tidak bisa menunjukkan riwayat servis yang masuk akal, atau justru menghindari pembahasan soal itu, maka sebaiknya kamu waspada karena bisa jadi itu tanda adanya manipulasi.
2. Kondisi Fisik Interior Tidak Sesuai KM Rendah
Mobil dengan KM rendah seharusnya menunjukkan kondisi interior yang masih mulus dan minim keausan. Perhatikan bagian-bagian seperti setir, tuas persneling, pedal gas dan rem, serta tombol-tombol di dashboard.
Jika komponen tersebut terlihat aus, kusam, atau longgar, tapi KM yang tertera sangat rendah, maka itu menjadi tanda mencurigakan.
Baca juga: Punya Budget Mepet, Mending Mobil Bekas Jepang atau Eropa? Ini Plus Minus yang Kamu Harus Tahu!
Kondisi jok, plafon, dan karpet juga bisa menjadi indikator tambahan. Mobil yang benar-benar memiliki KM rendah, biasanya belum banyak digunakan, sehingga tampilan interiornya pun masih terlihat segar.
Ketidaksesuaian antara angka KM dan kondisi fisik interior, patut kamu curigai sebagai tanda speedometer telah diutak-atik.
3. Angka Odometer Tidak Rapi atau Terlihat Aneh
Pada mobil dengan odometer digital, manipulasi angka bisa meninggalkan jejak visual yang mencurigakan. Misalnya, angka KM terlihat tidak sejajar, terdapat kedipan aneh di layar, atau format angkanya berbeda dari tampilan normal.
Beberapa mobil juga akan menampilkan kode error atau simbol tertentu jika odometer telah dimodifikasi. Sementara itu, pada odometer analog, kamu bisa melihat apakah ada bekas congkelan atau goresan di sekitar panel speedometer.
Baca juga: 7 Tips Beli Mobil Bekas biar Gak Zonk: Jangan Sampai Salah Pilih!
Beberapa kasus bahkan memperlihatkan angka yang tampak tidak sinkron, seperti angka yang miring atau tidak sejajar sempurna.
Namun, jika kamu melihat hal-hal semacam ini, besar kemungkinan odometer sudah direset secara fisik.
4. Harga Jual Terlalu Tinggi untuk Umur Mobilnya
Mobil bekas dengan KM rendah memang biasanya dijual lebih mahal. Namun, jika kamu menemukan mobil berusia 5–10 tahun tapi dijual sangat mahal karena mengklaim KM-nya masih 'sangat rendah', kamu perlu curiga.
KM rendah yang tidak masuk akal dibandingkan umur mobil bisa jadi tanda manipulasi speedometer.
Baca juga: Awam Tentang Mobil? Simak 5 Manfaat Jasa Inspektor Mobil Bekas untuk Periksa Seluruh Kondisi!
Lakukan perbandingan dengan unit sejenis di pasaran. Jika rata-rata mobil seumuran sudah menempuh 80.000–100.000 KM, sementara unit tersebut hanya mencantumkan 20.000 KM, bisa jadi angka tersebut sengaja diturunkan.
Cocokkan pula dengan jenis penggunaan sebelumnya, jika mobil pernah digunakan sebagai armada, mustahil KM-nya sangat rendah.
5. Scan OBD Menunjukkan Data yang Berbeda
Untuk mobil keluaran terbaru, cara paling akurat mendeteksi manipulasi speedometer adalah menggunakan alat scan OBD (On-Board Diagnostics).
Alat ini akan membaca data dari komputer mobil yang tidak bisa dengan mudah diubah, termasuk riwayat KM, jam operasi mesin, dan error code historis.
Jika angka yang terbaca melalui OBD berbeda jauh dengan yang terlihat di speedometer, maka manipulasi hampir bisa dipastikan.
Beberapa mobil bahkan memiliki fitur yang menyimpan data KM pada beberapa modul berbeda (seperti ECU, TCU, dan ABS).
Manipulasi di satu modul biasanya tidak otomatis memengaruhi modul lainnya, sehingga hasil pembacaan dengan scanner bisa mengungkap kejanggalan yang tidak terlihat secara kasatmata.
Layanan ini kini tersedia dibanyak bengkel spesialis atau layanan inspeksi mobil bekas profesional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000