Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 14:30 WIB

Sering Dimanipulasi, Begini 5 Cara Mengecek Keaslian Odomoter Saat Membeli Mobil Bekas!

Author

Tips Membeli Mobil Bekas yang Aman, Biar Gak Ketipu Penampilan.

INDOZONE.ID - Pasar mobil bekas di Indonesia semakin ramai terutama karena harganya yang lebih terjangkau, dibandingkan mobil baru. Namun, di balik banyaknya pilihan menarik, ada beberapa risiko yang harus kamu waspadai saat membeli mobil bekas.

Salah satunya adalah manipulasi odometer, yaitu pengurangan angka kilometer (KM) untuk membuat mobil terlihat lebih sedikit digunakan dari kenyataannya.

Praktik manipulasi odometer ini masih kerap ditemui di pasar mobil bekas, bahkan pada mobil-mobil yang tampilannya tampak sangat mulus.

Tujuannya jelas, agar mobil terlihat lebih menarik di mata calon pembeli, dan dapat dijual dengan harga lebih tinggi.

Maka dari itu, sebagai pembeli cerdas, kamu perlu tahu cara mengecek keaslian odometer mobil bekas sebelum memutuskan untuk membeli.

Berikut ini adalah 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk mendeteksi apakah odometer mobil bekas tersebut asli, atau sudah dimanipulasi.

Cara Periksa Keaslian Odomoter Saat Membeli Mobil Bekas

1. Cek Riwayat Servis Berkala di Buku atau Aplikasi Resmi

Ilustrasi servis mobil. (Freepik)

Cara paling akurat untuk memastikan keaslian odometer adalah, dengan mengecek riwayat servis resmi. Biasanya, bengkel resmi akan mencatat kilometer mobil setiap kali dilakukan servis rutin.

Kamu bisa mencocokkan angka KM terakhir yang tercatat di buku servis, atau aplikasi resmi pabrikan dengan angka yang tertera di odometer.

Jika terlihat ada ketidaksesuaian, seperti angka KM di buku servis jauh lebih tinggi dari yang tertera di dashboard, maka patut dicurigai adanya manipulasi.

Selain itu, mobil yang dirawat rutin di bengkel resmi, cenderung lebih terjamin kondisinya, jadi informasi riwayat servis juga memberi nilai plus saat membeli.

2. Periksa Kondisi Fisik Interior Sesuai Umur Mobil

Ilustrasi Mobil Bekas Tabrakan

Keaslian odometer juga bisa kamu lihat dari kondisi interior mobil, terutama pada bagian yang sering disentuh seperti setir, tuas persneling, pedal gas, rem, dan jok.

Jika mobil mengklaim memiliki jarak tempuh rendah (misalnya di bawah 50.000 KM), tapi kondisinya sudah aus, robek, atau terlihat kusam, maka patut dipertanyakan keaslian angka odometernya.

Baca juga: 5 Alasan Honda Civic FD Second Wajib Masuk Radar Mobil Bekasmu, Desainnya Timeless dan Elegant!

Biasanya, mobil yang benar-benar memiliki KM rendah, akan menunjukkan kondisi interior yang masih segar. Sebaliknya, mobil dengan KM tinggi, cenderung memiliki keausan alami di beberapa bagian.

Kamu bisa menggunakan hal ini sebagai indikator visual untuk mencocokkan klaim angka KM dengan realita pemakaian mobil.

3. Gunakan Alat Scanner OBD untuk Deteksi Digital

Ilustrasi servis mobil. (Freepik)

Untuk mobil-mobil keluaran terbaru, kamu bisa menggunakan alat scanner OBD (On-Board Diagnostics) untuk mengetahui data asli dari komputer mobil.

Alat ini dapat membaca data historis seperti jumlah perjalanan, jarak tempuh total, bahkan catatan error yang tidak bisa dihapus secara manual oleh pemilik sebelumnya.

Baca juga: Baru Lulus Kuliah? Ini 5 Rekomendasi Mobil Bekas yang Pas untuk Dipakai Berpergian ke Kantor!

Jika angka KM yang muncul di OBD berbeda dengan yang tertera di odometer, maka besar kemungkinan angka odometer sudah dimanipulasi.

Beberapa bengkel atau layanan inspeksi kendaraan bekas juga menyediakan jasa scan OBD ini dengan harga terjangkau. Langkah ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang ingin beli mobil bekas dengan lebih aman.

4. Cocokkan dengan Umur Mobil dan Rata-rata Pemakaian

Tips Membeli Mobil Bekas yang Aman, Biar Gak Ketipu Penampilan.

Secara umum, mobil yang digunakan secara normal akan menempuh jarak sekitar 10.000 hingga 20.000 KM per tahun. Jadi, kamu bisa menghitung estimasi logis berdasarkan usia kendaraan.

Baca juga: Awam Tentang Mobil? Simak 5 Manfaat Jasa Inspektor Mobil Bekas untuk Periksa Seluruh Kondisi!

Misalnya, mobil berumur 5 tahun seharusnya memiliki jarak tempuh antara 50.000–100.000 KM. Jika angkanya jauh di bawah itu, misalnya hanya 20.000 KM, kamu patut curiga.

Tentu ada pengecualian, seperti mobil koleksi atau mobil simpanan yang jarang digunakan. Namun, untuk mayoritas kasus, data rata-rata tahunan ini bisa dijadikan acuan dasar.

Jangan mudah tergiur dengan angka odometer rendah tanpa pertimbangan logis lainnya.

5. Periksa Riwayat Pajak dan Bukti Kepemilikan Sebelumnya

Ilustrasi Denda Telat Bayar Pajak Motor (Freepik.com @rawpixel.com) (Freepik.com @rawpixel.com)

Selain servis, riwayat pembayaran pajak juga bisa memberikan petunjuk. Kadang, informasi jumlah KM tercatat saat pengurusan pajak lima tahunan atau saat mobil menjalani uji kir dan uji emisi (tergantung daerah).

Kamu bisa mencoba meminta bukti tersebut kepada pemilik sebelumnya, atau mengeceknya di Samsat jika memungkinkan.

Baca juga: 7 Tips Membeli Mobil Bekas yang Aman, biar Gak Ketipu Penampilan Doang!

Selain itu, dengan mengetahui siapa pemilik sebelumnya dan bagaimana mobil digunakan (misalnya mobil pribadi atau mobil operasional perusahaan), kamu bisa menilai apakah KM rendah tersebut masuk akal.

Mobil operasional cenderung digunakan lebih sering, sementara mobil pribadi mungkin digunakan lebih ringan.

Manipulasi odometer memang menjadi salah satu tantangan utama saat membeli mobil bekas. Angka kilometer yang sudah diubah bisa menipu kamu sebagai pembeli, dan berujung pada kesalahan dalam menghitung biaya perawatan atau memperkirakan kondisi mesin secara keseluruhan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami cara mengecek keasliannya dengan benar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: OLX, SUZUKI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU