Rabu, 17 SEPTEMBER 2025 • 10:30 WIB

Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional yang Harus Kamu Pahami!

Author

Mobil listrik AION UT lebih hemat dari mobil konvensional. (Dok. GAC AION Indonesia)

INDOZONE.ID - Dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran mobil listrik semakin ramai di jalanan Indonesia. Desain futuristis, teknologi ramah lingkungan, serta biaya operasional yang lebih rendah, membuat kendaraan ini jadi incaran banyak orang.

Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian yaitu ban mobil listrik tidak sama dengan ban mobil konvensional. Sebab, ban mobil listrik ternyata memiliki spesifikasi dan perawatan khusus.

Ban pada mobil listrik punya karakteristik khusus agar mampu menahan bobot berat, torsi instan, sekaligus menjaga efisiensi jarak tempuh.

Kalau kamu asal pasang ban biasa, performa EV bisa menurun, bahkan membahayakan keselamatan. Yuk, pahami lebih dalam perbedaan keduanya berikut ini!

Perbedaan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Biasa

1. Bobot dan Konstruksi Ban Lebih Kokoh

Ilustrasi teknisi mengganti ban mobil konsumen (Dok.Bridgestone)

Mobil listrik memiliki baterai besar yang diletakkan di bawah lantai mobil. Komponen ini membuat bobot kendaraan bisa 20–30 persen lebih berat dibanding mobil konvensional. Karena itu, ban EV harus dirancang dengan konstruksi yang lebih kuat.

Lapisan sabuk baja dan dinding samping (sidewall) pada ban EV, biasanya lebih tebal untuk menopang beban ekstra tanpa mengurangi kenyamanan.

Jika kamu menggunakan ban biasa, risiko keausan dini dan kerusakan struktural akan meningkat karena ban tidak didesain menahan beban sebesar itu.

2. Daya Cengkeram Maksimal untuk Torsi Instan

Ban mobil Hankook Ventus Prime 3. (Hankook)

Motor listrik mampu menghasilkan torsi penuh secara langsung, begitu pedal akselerator diinjak. Hal ini berbeda dengan mesin bensin atau diesel yang butuh waktu untuk mencapai puncak torsi.

Karena itu, ban EV memiliki traksi lebih baik, dengan desain tapak yang mampu mencengkeram permukaan jalan secara optimal. Ini penting agar mobil tetap stabil saat akselerasi mendadak atau ketika melaju di jalan licin.

Baca juga: 5 Tips Sebelum Beli Mobil Listrik untuk Keluarga yang Harus Dijadikan Pertimbangan, Wajib Tahu!

Pada ban konvensional, fokusnya lebih pada keseimbangan antara traksi dan efisiensi bahan bakar, bukan pada menahan hentakan torsi besar.

3. Desain Tapak dan Rolling Resistance untuk Efisiensi

Tampilan ban mobil Michelin Pilot Sport EV terbaru (photo/Michelin)

Jarak tempuh menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pemilik EV. Untuk membantu memperpanjang jarak perjalanan dalam sekali pengisian daya, ban mobil listrik dibuat dengan rolling resistance rendah.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Pentingnya Kode Tahun Pembuatan Ban Mobil yang Harus Kamu Pahami!

Rolling resistance adalah hambatan yang timbul saat ban bergesekan dengan jalan. Pada ban EV, hambatan ini dikurangi dengan tapak yang lebih halus, bahan kompon karet khusus, dan distribusi tekanan yang lebih merata.

Hasilnya, energi yang dibutuhkan untuk memutar roda lebih kecil, sehingga konsumsi daya baterai lebih hemat.

4. Tingkat Kebisingan yang Lebih Sunyi

Interior VinFast VF 7 terbaru yang mewah. (INDOZONE/Dwi Aji)

Suara mesin pada mobil konvensional biasanya 'menutupi' bunyi gesekan ban dengan aspal. Pada mobil listrik yang minim suara mesin, gesekan ban bisa terdengar jelas dan mengganggu kenyamanan.

Untuk itu, banyak ban EV dilengkapi teknologi noise reduction, misalnya dengan busa khusus di bagian dalam ban yang berfungsi menyerap getaran dan meredam suara.

Baca juga: Ban Mobil Sobek Bagian Samping Apakah Masih Aman Digunakan? Yuk Cek Penjelasannya di Sini!

Jadi, kabin tetap senyap meskipun mobil melaju pada kecepatan tinggi. Pada ban mobil konvensional, fitur seperti ini jarang ditemukan karena tidak ada kebutuhan khusus untuk meredam suara hingga tingkat yang sama.

5. Umur Pakai dan Perawatan Lebih Intensif

Ilustrasi tekanan angin pada ban mobil. (freepik/standret)

Karena harus menopang bobot lebih berat dan menahan torsi instan, ban EV cenderung lebih cepat aus jika dibandingkan dengan ban mobil biasa dengan pemakaian yang sama.

Pemilik EV disarankan lebih disiplin melakukan rotasi ban, memeriksa tekanan angin, serta memastikan keseimbangan roda agar keausan merata.

Baca juga: Jenis-Jenis Ban Mobil Sesuai Peruntukannya yang Harus Kamu Ketahui!

Selain itu, tekanan angin yang tidak sesuai bisa memengaruhi jarak tempuh dan daya tahan ban. Gunakan hanya ban yang direkomendasikan pabrikan untuk menjaga performa, efisiensi, dan keselamatan kendaraan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wuling Motors

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU