Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 10:30 WIB

5 Cara Aman Ngecas Mobil Listrik di Rumah Saat Malam Hari yang Harus Kamu Pahami!

Author

Ilustrasi charger mobil listrik (Ilustrasi/Unsplash/myenergi)

INDOZONE.ID - Mobil listrik kini jadi pilihan baru bagi banyak orang di Indonesia. Selain karena ramah lingkungan dan bebas emisi, biaya operasionalnya juga jauh lebih murah dibandingkan mobil berbahan bakar minyak.

Salah satu kebiasaan pemilik mobil listrik adalah, ngecas di rumah saat malam hari, karena praktis, baterai terisi penuh di pagi hari, dan bisa langsung dipakai beraktivitas. Namun, ngecas mobil listrik tidak bisa sembarangan.

Ada aturan dan langkah yang harus diperhatikan supaya aman, baterai lebih awet, dan tidak menimbulkan masalah pada instalasi listrik rumah.

Nah, berikut adalah 5 cara aman ngecas mobil listrik di rumah saat malam hari, yang wajib kamu pahami!

1. Gunakan Charger Resmi dari Pabrikan

Tampilan charger mobil listrik yang diluncurkan oleh Tesla (photo/Tesla)

Langkah pertama yang paling penting adalah, selalu menggunakan charger resmi bawaan mobil atau yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Charger bawaan sudah dirancang sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan, dan sistem keamanan standar. Ini penting untuk menghindari masalah seperti overcharging atau korsleting akibat peralatan yang tidak kompatibel.

Menggunakan charger pihak ketiga yang tidak bersertifikasi bisa sangat berisiko. Selain memperpendek umur baterai, hal ini juga bisa merusak sistem kelistrikan mobil atau bahkan rumah kamu.

Jadi, pastikan kamu menggunakan charger resmi dan tidak tergoda untuk membeli charger murah yang belum jelas keamanannya.

2. Pastikan Instalasi Listrik Rumah Memadai

Ilustrasi charger mobil listrik (Ilustrasi/Unsplash/myenergi)

Mobil listrik membutuhkan daya yang cukup besar saat diisi ulang. Maka dari itu, sebelum rutin ngecas mobil di rumah, pastikan instalasi listrik kamu memadai.

Gunakan jalur listrik khusus untuk pengisian daya mobil, lengkap dengan MCB (Miniature Circuit Breaker) dan earth leakage circuit breaker (ELCB), untuk mencegah korsleting atau kebocoran arus listrik.

Sebaiknya, konsultasikan pemasangan jalur listrik khusus ini dengan teknisi listrik bersertifikat.

Baca juga: Gimana Cara Aman Dorong Mobil Listrik Mogok? Ini Penjelasan yang Harus Kamu Pahami

Mereka bisa membantu kamu mengecek kapasitas daya rumah dan memastikan tidak terjadi overloading saat charger digunakan pada malam hari, bersamaan dengan pemakaian alat elektronik lainnya seperti AC, kulkas, atau rice cooker.

3. Gunakan Stop Kontak Khusus dan Tertutup

Pelanggan mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Makassar, Sulawesi Sealatan, Kamis (9/1/2025). PT PLN Unit Induk (UID) Sulselrabar menargetkan penambahan SPKLU di Sulsel pada 2025 menjadi 100 stasiun yang saat ini sudah mencapai 40 stasiun yang tersebar di beberapa titik di daerah itu. ANTARA FOTO/Arnas Padda/foc. (ARNAS PADDA)

Jangan sembarangan mencolok charger mobil listrik ke stop kontak biasa. Pastikan kamu menggunakan stop kontak khusus yang didesain untuk penggunaan daya besar, serta memiliki pelindung atau casing tertutup agar aman dari debu, air, dan gangguan luar lainnya.

Ini sangat penting, terutama jika charger dipasang di garasi terbuka atau semi-terbuka.

Baca juga: Hyundai Ioniq 5 Mogok di Bogor, Begini Cara Rawat Baterai Mobil Listrik

Selain itu, letakkan stop kontak dan charger di tempat yang kering dan jauh dari material mudah terbakar. Kamu juga bisa menggunakan charger box atau enclosure khusus untuk melindungi unit charger dari cuaca dan gangguan lingkungan lainnya.

Keamanan kelistrikan adalah hal utama yang tidak boleh diabaikan.

4. Atur Timer Charging agar Lebih Efisien

PLN punya SPKLUN terbaru bisa cas 10 mobil sekaligus. (Dok. PLN)

Mengisi daya mobil listrik semalaman bukan berarti kamu harus membiarkannya terus terhubung dari malam sampai pagi.  Gunakan fitur timer charging yang biasanya tersedia pada mobil listrik modern atau pada smart charger.

Baca juga: Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional yang Harus Kamu Pahami!

Timer ini bisa membantu kamu mengatur durasi pengisian sesuai kebutuhan dan menghindari overcharging. Dengan pengaturan yang tepat, kamu bisa memanfaatkan jam-jam di mana beban listrik rumah lebih rendah. Misal, antara pukul 11 malam hingga 4 pagi.

Selain menjaga keawetan baterai, cara ini juga bisa membantu kamu menghemat tagihan listrik jika PLN menerapkan tarif berbeda antara siang dan malam.

5. Selalu Awasi Suhu dan Ventilasi Area Charging

Ilustrasi- Kendaraan listrik di Kota Bandarlampung tengah mengisi daya di salah satu SPKLU yang ada di kota tersebut. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.)

Pengisian daya mobil listrik bisa menghasilkan panas, baik dari charger maupun baterai mobil itu sendiri. Oleh karena itu, penting untuk memastikan area tempat kamu ngecas memiliki ventilasi udara yang baik.

Jangan menutup area charging dengan benda-benda yang bisa memerangkap panas atau membuat sirkulasi udara terhambat.

Baca juga: 5 Tips Sebelum Beli Mobil Listrik untuk Keluarga yang Harus Dijadikan Pertimbangan, Wajib Tahu!

Jika kamu merasa charger atau kabel mulai panas secara berlebihan, hentikan pengisian dan segera periksa.

Panas berlebih bisa menjadi tanda ada yang tidak beres, seperti sambungan longgar atau kabel yang rusak. Untuk keamanan maksimal, kamu juga bisa memasang sensor suhu atau fire alarm di dekat lokasi charging.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hyundai Motors Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU