Minggu, 12 OKTOBER 2025 • 17:20 WIB

6 Komponen Servis Ringan Motor Matic yang Wajib Dilakukan Tiap Bulan, Jangan Sampai Lupa!

Author

Ilustrasi servis komponen motor setelah melakukan perjalanan jauh. (YIMM)

INDOZONE.ID - Motor matic memang terkenal praktis dan nyaman digunakan untuk aktivitas harian. Tapi banyak orang yang sering lupa kalau motor matic juga butuh perawatan rutin agar tetap awet dan performanya terjaga.

Walaupun nggak harus bongkar mesin atau servis besar, ada beberapa komponen penting yang wajib dicek dan diservis ringan setiap bulan, biar motor kamu nggak gampang mogok atau boros bahan bakar.

Servis ringan bulanan ini tujuannya bukan cuma menjaga kondisi motor, tapi juga untuk mencegah kerusakan kecil yang bisa jadi masalah besar kalau dibiarkan.

Nah, biar kamu nggak lupa lagi, berikut ini 6 komponen servis ringan motor matic yang wajib kamu lakukan setiap bulannya!

Servis Ringan Motor Matic yang Harus Dilakukan Tiap Bulan

1. Cek Kondisi dan Volume Oli Mesin

Ilustrasi servis motor. (Yamaha Indonesia)

Oli mesin adalah “darah” bagi motor  yang kamu gunakan, fungsinya bukan cuma melumasi komponen mesin, tapi juga menjaga suhu agar nggak cepat panas.

Untuk motor matic, oli mesin sebaiknya diganti setiap 2.000–3.000 km atau sekitar 1 bulan sekali, tergantung seberapa sering motor digunakan.

Kalau kamu jarang ganti oli, mesin bisa cepat aus, performa menurun, dan bahan bakar jadi boros. Pastikan juga kamu pakai oli yang sesuai rekomendasi pabrikan biar hasilnya maksimal.

2. Bersihkan Filter Udara

Bentuk filter udara Ferrox untuk Ninja 250 4-Silinder. (Dok. Ferrox)

Filter udara berfungsi menyaring debu dan kotoran sebelum masuk ke ruang bakar. Kalau filter ini kotor, aliran udara ke mesin jadi terganggu dan menyebabkan pembakaran nggak sempurna. Akibatnya, motor jadi terasa berat, boros, dan kadang-kadang susah starter.

Baca juga: Jangan Panik, Ini Penyebab Motor Matic Tiba-tiba Mati yang Wajib Kamu Pahami Kerusakannya!

Maka dari itu biasakan untuk membersihkan filter udara minimal sebulan sekali, terutama kalau kamu sering lewat jalan berdebu. Kalau filter sudah terlalu kotor atau rusak, lebih baik langsung diganti supaya aliran udara tetap lancar.

3. Periksa Kondisi Busi

Ilustrasi busi. (driving.co.uk)

Busi adalah salah satu komponen kecil tapi punya peran besar. Tugasnya adalah memantik api untuk proses pembakaran bahan bakar.

Kalau busi kotor atau mulai aus, gejalanya bisa langsung kamu rasakan: motor susah dihidupkan, akselerasi lambat, dan konsumsi BBM meningkat.

Baca juga: 5 Efek Buruk Pakai Busi Palsu di Motor, Perlu Diperhatikan!

Saat servis ringan bulanan, cek kondisi busi dan bersihkan dengan sikat halus jika ada kerak. Kalau warna elektroda sudah mulai hitam pekat atau ujungnya aus, segera ganti dengan busi baru agar performa motor tetap optimal.

4. Cek dan Bersihkan CVT (Continuously Variable Transmission)

Ilustrasi servis motor. (Freepik/ArthurHidden)

Sistem CVT adalah bagian paling penting di motor matic karena berfungsi mengatur perpindahan tenaga dari mesin ke roda belakang. Bagian ini terdiri dari belt, roller, dan kampas kopling, yang semuanya bisa kotor akibat debu atau gesekan terus-menerus.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak CVT Motor Matic, Jangan Dibiasakan!

Idealnya, CVT dibersihkan setiap 3.000 km, tapi kamu bisa mengeceknya sebulan sekali untuk memastikan tidak ada bunyi aneh atau getaran saat akselerasi. Kalau dibiarkan kotor, CVT bisa cepat aus dan menyebabkan tenaga motor berkurang drastis.

5. Cek Tekanan dan Kondisi Ban

Ilustrasi ban motor kempes (Freepik)

Ban adalah satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan jalan, jadi kondisinya wajib kamu perhatikan.

Tekanan angin yang kurang bisa bikin motor terasa berat dan boros bensin, sedangkan tekanan berlebih bisa bikin cengkeraman ban berkurang dan rawan tergelincir.

Baca juga: 5 Cara Merawat Ban Motor Matic Supaya Awet dan Gak Cepat Botak Meski Dipakai Harian!

Periksa juga apakah ada retakan, benjolan, atau permukaan ban yang sudah tipis. Idealnya, tekanan angin depan sekitar 29 psi dan belakang 33 psi (tergantung jenis motor). Cek minimal seminggu sekali biar tetap aman dan nyaman.

6. Periksa Kampas Rem dan Minyak Rem

Pemanasan berlebih pada kampas rem sering terjadi akibat penggunaan yang intensif dapat mengakibatkan rem blong. (freepik.com)

Rem adalah komponen keselamatan paling vital, jadi jangan pernah disepelekan. Setiap bulan, cek kondisi kampas rem depan dan belakang apakah masih tebal atau sudah menipis. Kalau kampas sudah mulai aus, segera ganti sebelum merusak piringan cakram.

Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Penyebab Rem Motor Kurang Pakem yang Harus Kamu Tahu dan Perbaiki!

Selain itu, jangan lupa periksa volume minyak rem di tabung reservoir. Kalau sudah mulai berkurang, isi sesuai batas yang dianjurkan, tapi pastikan juga tidak ada kebocoran di sistem rem.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Honda Cengkareng

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU