Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 15:55 WIB

5 Bahaya Memutar Setir Mobil saat Parkir atau Berhenti Total, Waspada!

Author

Tampilan setir mobil milik BMW. (Instagram/@bmw)

INDOZONE.ID - Pernah melihat anak kecil yang antusias memutar setir mobil saat kendaraan sedang parkir? Sekilas memang lucu, tapi ternyata banyak juga pengemudi dewasa yang melakukan hal serupa tanpa sadar. 

Padahal, memutar setir saat mobil diam termasuk kebiasaan yang bisa menimbulkan berbagai masalah pada sistem kemudi. Berikut beberapa bahayanya.

5 Bahaya Memutar Setir saat Mobil Diam

Setir dan layar utama BAIC BJ30 Hybrid. (Dok. BAIC Indonesia)

1. Power Steering Cepat Rusak karena Tekanan Terlalu Tinggi

Salah satu kebiasaan yang bisa merusak power steering adalah memutar setir saat mobil belum bergerak. Dalam kondisi diam, sistem power steering harus bekerja ekstra keras karena tidak mendapat bantuan rotasi roda.

Baik pada sistem hidrolik maupun elektrik, tekanan fluida dan beban motor meningkat tajam, membuat komponen seperti seal, pompa, dan motor cepat aus atau bocor.

Awalnya memang tidak terasa, tetapi lama-kelamaan kamu akan mendengar bunyi berdengung atau setir terasa berat. 

Jika sudah begitu, siap-siap biaya perbaikannya cukup menguras dompet. Jadi, biar aman, hindari memutar setir saat mobil diam dan lakukan saat mobil mulai berjalan perlahan.

Baca juga: 4 Cara Efektif Mengatasi Setir Mobil Terkunci Tanpa Harus ke Bengkel

2. Ban dan Kaki-Kaki Mobil Menanggung Tekanan Berlebih

Ketika mobil berhenti total, gesekan antara ban dan permukaan jalan menjadi jauh lebih besar. Jika kamu tetap memutar setir, tekanan ini langsung diterima oleh ban dan kaki-kaki seperti ball joint serta tie rod. Efeknya, bagian-bagian tersebut cepat aus bahkan bisa bengkok.

Selain itu, pola aus pada tapak ban bisa menjadi tidak merata, terutama di bagian tepi. Traksi pun menurun dan kenyamanan berkendara ikut terganggu. Kalau sudah begini, kamu akan lebih sering melakukan spooring dan balancing supaya arah mobil tetap stabil. 

Maka dari itu, bahaya memutar setir saat berhenti tidak bisa dianggap remeh karena bisa membuat biaya perawatan jadi lebih tinggi.

Baca juga: Jangan Dibiarkan, Ini 5 Penyebab Setir Mobil Tidak Lurus yang Wajib Kamu Perhatikan!

3. Rack Steer dan Suspensi Berisiko Longgar

Efek putar setir saat parkir tidak hanya terasa di ban dan power steering, tapi juga bisa berdampak pada rack steer dan sistem suspensi. 

Rack steer berfungsi mengubah gerakan setir menjadi arah roda depan. Saat setir diputar dalam kondisi diam, tekanan horizontal meningkat dan membuat gear rack cepat longgar.

Selain itu, bushing dan karet penyangga yang menopang suspensi juga bisa retak karena harus menahan beban statis berlebihan. 

Jika dibiarkan, setir akan terasa oblak dan arah mobil sulit dikendalikan. Jadi, biasakan memutar setir hanya ketika roda sudah mulai bergerak untuk mencegah kerusakan ini.

4. Ban Bisa Mengunci dan Membuat Setir Sulit Dikendalikan

Salah satu bahaya lock steering saat mobil diam adalah posisi ban depan bisa terkunci di satu arah. Akibatnya, saat mobil mulai melaju, ban butuh tenaga ekstra untuk kembali ke posisi lurus. Hal ini menambah beban kerja mesin dan transmisi, terutama pada mobil bertransmisi otomatis.

Selain itu, pengendalian juga terasa lebih berat, seolah mobil melawan arah putaran setir. Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, risiko kerusakan pada sistem kemudi pun semakin besar.

Maka dari itu, putarlah setir sambil mobil berjalan pelan agar sistem kemudi bekerja lebih ringan dan efisien.

5. Umur Komponen Kemudi dan Suspensi Jadi Lebih Pendek

Bahaya memutar setir saat berhenti bukan hanya soal power steering atau ban, tapi juga keseluruhan sistem kemudi dan suspensi. Semakin sering kamu melakukannya, semakin besar tekanan yang diterima komponen-komponen tersebut.

Dalam jangka panjang, bagian seperti rack steer, bushing, hingga tie rod akan lebih cepat rusak dan butuh diganti. Padahal, semua kerusakan ini bisa dihindari dengan cara sederhana, seperti biasakan memutar setir saat mobil sudah mulai berjalan.

Dengan begitu, kamu bisa menjaga keawetan mobil, mencegah kebiasaan merusak power steering, dan membuat pengendalian tetap ringan setiap saat.

Sekilas memang terlihat sepele, tapi bahaya memutar setir saat berhenti punya dampak jangka panjang yang cukup serius. Jadi, jangan sepelekan memutar setir saat posisi mobil berhenti, ya!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Vanguardngr.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU