INDOZONE.ID - Kampas rem adalah salah satu komponen paling penting dalam sistem pengereman mobil. Meski bentuknya kecil dan sering terabaikan, tapi fungsinya sangat vital untuk menjaga keselamatan saat berkendara.
Karena itu, kamu wajib tahu kapan waktu ideal untuk mengganti kampas rem agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
Biasanya, kampas rem mobil punya umur pakai rata-rata antara 30.000–50.000 km, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Tapi, angka itu bisa lebih cepat kalau kamu sering berkendara di area padat, jalan menanjak, atau membawa beban berat.
Nah, supaya kamu bisa lebih waspada, berikut 5 tanda utama kalau kampas rem mobil kamu sudah waktunya diganti!
Ciri-ciri Kampas Rem Mobil Harus Segera Diganti dan Diwaspadai
1. Muncul Suara Berdecit Saat Menginjak Pedal Rem
Tanda paling umum kampas rem mulai menipis adalah, munculnya suara berdecit atau gesekan logam setiap kali kamu menginjak pedal rem.
Suara ini biasanya berasal dari indikator logam kecil di kampas rem yang bergesekan dengan cakram saat kampas sudah menipis.
Kalau dibiarkan terlalu lama, gesekan itu bisa merusak cakram rem dan bikin biaya perbaikan jadi jauh lebih mahal.
Jadi, begitu kamu mulai dengar bunyi “cit-cit” dari roda depan atau belakang saat mengerem, segera periksa kondisi kampas rem di bengkel terdekat.
2. Pedal Rem Terasa Lebih Dalam dan Kurang Responsif
Kalau kamu merasa pedal rem terasa lebih dalam saat diinjak, bahkan harus ditekan lebih kuat baru mobil melambat, itu bisa jadi pertanda kampas rem sudah aus.
Kondisi ini muncul karena ketebalan kampas sudah berkurang drastis, sehingga daya cengkeram terhadap cakram menurun.
Selain itu, ada kemungkinan cairan rem juga mulai berkurang karena sistem bekerja lebih keras dari biasanya.
Baca juga: Kenapa Rem Mobil Bisa Mendadak Keras? Ini 8 Penyebabnya!
Jadi, selain mengganti kampas rem, pastikan kamu juga mengecek kondisi minyak rem agar performa pengereman tetap optimal.
3. Getaran atau Guncangan Saat Mengerem
Kalau kamu merasakan getaran di pedal rem atau setir saat mengerem, itu bisa jadi tanda kalau kampas rem sudah tidak rata atau bahkan mulai aus sebagian.
Gesekan yang tidak rata antara kampas dan cakram ini, membuat pengereman jadi tidak stabil. Apalagi, saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Baca juga: Rem Mobil Blong? Lakukan 5 Cara Darurat Ini
Kondisi ini sebaiknya jangan disepelekan, karena bisa menurunkan kontrol kendaraan saat pengereman mendadak.
Segera bawa mobil ke bengkel untuk diperiksa, karena bisa jadi bukan cuma kampas rem, tapi juga cakramnya yang mulai aus.
4. Lampu Indikator Rem Menyala di Dashboard
Mobil keluaran terbaru biasanya sudah dilengkapi dengan lampu indikator sistem rem di panel dashboard. Kalau lampu ini menyala terus meskipun kamu tidak menarik rem tangan, itu bisa menandakan ada masalah pada sistem pengereman, termasuk kampas rem yang mulai habis.
Baca juga: Ganti Kampas Rem Motor Tiap Berapa KM? Simak Waktu Ideal yang Harus Kamu Perhatikan!
Jangan tunggu sampai benar-benar tidak pakem baru kamu bertindak. Lebih baik segera periksa kondisi kampas rem, dan seluruh sistem pengereman di bengkel resmi agar bisa ditangani lebih cepat sebelum menimbulkan kerusakan lain.
5. Jarak Pengereman Jadi Lebih Panjang dari Biasanya
Kalau kamu merasa mobil butuh jarak lebih panjang untuk berhenti sepenuhnya, itu tanda jelas bahwa kampas rem sudah kehilangan daya cengkeramnya.
Biasanya hal ini terasa saat kamu mengerem di kecepatan tinggi, tapi mobil tetap meluncur beberapa meter sebelum berhenti.
Baca juga: Simak Ciri-Ciri Kampas Kopling Mobil Habis dan Kenali Penyebabnya
Ini merupakan kondisi berbahaya, terutama saat kamu berkendara di jalan ramai atau kondisi hujan. Sebaiknya jangan tunda lagi untuk mengganti kampas rem agar pengereman kembali optimal dan kamu tetap aman selama berkendara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000