INDOZONE.ID - Power steering jadi salah satu komponen penting pada mobil modern. Sistem ini membantu pengemudi mengemudikan kendaraan dengan lebih ringan, terutama saat belok atau parkir di tempat sempit.
Tapi, kalau power steering rusak, berkendara bisa jadi berat dan berisiko membahayakan keselamatan. Nah, supaya kamu gak sampai mengalami masalah ini, penting banget untuk tahu apa saja penyebab power steering mobil bisa cepat rusak.
Berikut, penyebab power steering mobil rusak dan bocor yang harus kamu pahami. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Penyebab Power Steering Mobil Rusak dan Bocor yang Harus Kamu Tahu
1. Cairan Power Steering Kurang atau Bocor
Cairan power steering berfungsi sebagai pelumas dan media hidrolik untuk memudahkan putaran roda kemudi. Jika cairan habis atau bocor, tekanan hidrolik akan berkurang sehingga steering terasa berat dan komponen cepat aus.
Penyebab kebocoran bisa dari selang yang retak, karet seal yang aus, atau baut yang longgar. Jadi, selalu cek level cairan power steering secara berkala dan pastikan tidak ada kebocoran.
2. Penggunaan Oli atau Cairan yang Salah
Setiap mobil memiliki spesifikasi cairan power steering sendiri. Menggunakan oli atau cairan yang salah bisa membuat pompa power steering cepat rusak, selang mudah pecah, dan sistem menjadi tidak responsif.
Selalu gunakan cairan sesuai rekomendasi pabrikan agar sistem tetap optimal, dan umur komponen lebih panjang.
3. Memutar Setir Saat Mobil Diam
Banyak pengemudi punya kebiasaan memutar setir ketika mobil berhenti di lampu merah atau di tempat parkir sempit.
Kebiasaan ini sebenarnya bisa merusak pompa power steering karena tekanan hidrolik meningkat saat roda tidak bergerak.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Stir Mobil Avanza Bunyi Cit-cit Waktu Belok, Gak Perlu Panik dan Harus Kamu Pahami!
Jika terus dilakukan, pompa cepat panas, bantalan aus, dan setir bisa terasa berat secara permanen. Solusinya, cobalah untuk memutar setir saat mobil bergerak pelan, sehingga tekanan hidrolik lebih stabil dan sistem lebih awet.
4. Komponen Power Steering Aus atau Rusak
Power steering terdiri dari beberapa komponen seperti pompa, rack & pinion, pulley, dan selang. Komponen ini akan aus seiring pemakaian. Misalnya, seal karet yang mengeras atau pompa yang mulai menurun performanya.
Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Power Steering di Mobil, Perlu Perawatan Lebih!
Kalau komponen aus tetap digunakan, beban kerja power steering bertambah, bisa menyebabkan kebocoran atau kerusakan lebih parah.
Rutin lakukan pengecekan saat servis berkala dan ganti komponen yang sudah aus, supaya sistem tetap optimal.
5. Kurang Perawatan Rutin
Salah satu faktor terbesar kerusakan power steering adalah minimnya perawatan. Banyak pengemudi menganggap power steering tidak perlu dicek karena “cuma cairan”.
Padahal, perawatan rutin seperti pengecekan level cairan, penggantian oli sesuai jadwal, dan pemeriksaan selang serta pompa sangat penting.
Baca juga: Mengenal Pengertian Fitur Tilt Steering pada Mobil beserta Kegunaannya!
Selain itu, rutin membersihkan kotoran atau debu yang menempel di area mesin juga membantu menjaga seal dan selang agar tidak cepat aus.
Dengan perawatan teratur, power steering bisa bertahan lebih lama, performa setir tetap ringan, dan pengalaman berkendara lebih nyaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000