INDOZONE.ID - Musim hujan sudah tiba, kamu harus lebih perhatian pada mobil yang dipakai sehari-hari. Cek komponen-komponen mobil ini secara rutin, supaya gak nyesel!
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menyatakan komponen-komponen mobil penting untuk dicek selama musim hujan sehingga aman dikendarai.
Salah satu komponen mobil yang penting dicek, menurutnya, adalah rem. Ia menilai rem mobil harus selalu kering alias tidak aus.
Jika rem dalam kondisi lembab atau basah, daya cengkeram akan menurun yang bisa membahayakan kamu di jalanan.
"Pastikan rem tidak aus dan selalu kering," kata Yannes, dikutip dari ANTARA, Sabtu (8/11/2025).
Baca juga: 4 Cara Merawat Ban Mobil di Musim Hujan agar Tidak Mudah Selip
Lalu, Yannes mengingatkan para pemilik mobil supaya mencuci dan mengeringkan bagian bawah mobil, yang terkena genangan air. Tujuannya adalah mencegah karat dan kerusakan pada sistem rem.
Ia juga meminta para pemilik mobil memperhatikan knalpot dan filter udara di musim hujan. Sebab, keberadaan air pada dua komponen itu bisa menimbulkan masalah serius.
"Filter udara yang basah membuat proses pembakaran tidak sempurna, sementara knalpot yang kemasukan air bisa menimbulkan tekanan balik dan merusak sistem pembuangan," jelas Yannes.
Tak lupa, Yannes menyinggung perihal sistem kelistrikan di mobil, terutama aki, kabel, dan konektor listrik. Sebab, kelembapan di atas rata-rata dan masuknya air bisa menyebabkan korsleting dan kerusakan pada Electronic Control Unit (ECU).
Segel pada pintu dan komponen pelindung lain, yang berfungsi untuk mencegah air masuk ke kabin dan ruang mesin, juga perlu diperhatikan kondisinya.
Kerusakan seal dapat mempercepat proses korosi dan menyebabkan kerusakan di bagian dalam kendaraan.
"Seal dan baterai accu juga perlu kita cek secara rutin, karena semua komponen tersebut sangat rawan rusak saat musim hujan," beber Yannes.
Jika Mobil Terkena Banjir, Jangan Nyalakan Mesin
Seandainya mobil terendam banjir, Yannes melarang untuk menyalakan mesin. Sebab, tindakan sederhana itu bisa menyebabkan kerusakan serius.
"Jangan coba-coba menghidupkan mesin saat kendaraan terendam banjir," katanya.
Jika melakukannya, water hammer alias masuknya air ke ruang bakar dapat terjadi. Piston, stang seher, dan blok mesin mobil dapat rusak.
Selain itu, kerusakan ECU dan komponen elektronik lainnya mungkin terjadi jika terjadi korsleting listrik karena menyalakan mobil yang terendam banjir.
Baca juga: Masuk Musim Hujan, Subaru Kenalkan Teknologi Symmetrical All-Wheel Drive yang Bikin Mobil Stabil!
Jika berpikir kerusakan itu saja yang mungkin terjadi pada mobil kamu, tunggu dulu. Menurut Yannes, kerusakan mobil bisa bertambah karena oli tercampur air kehilangan daya pelumasnya.
"Menyalakan mesin justru memperparah kerusakan internal kendaraan," katanya.
"Segera setelah mobil dikeringkan, (sebaiknya mesin) tetap dalam keadaan mati agar bisa diganti oli serta filternya jika ternyata sudah terkontaminasi," jelas Yannes.
Servis rutin di musim hujan amat penting untuk menjaga kondisi mobil tetap prima. Selain itu, disarankan untuk memarkirkan mobil di tempat yang aman dari banjir saat berada di luar rumah.
Tetap hati-hati, selamat berkendara yah!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara