INDOZONE.ID - Ban mobil yang aus sebelah sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa jadi tanda ada masalah serius pada kaki-kaki mobil.
Selain bikin mobil kurang nyaman dikendarai, ban habis sebelah juga bisa memicu kecelakaan karena traksi berkurang dan mobil jadi sulit dikendalikan.
Banyak pengendara baru menyadarinya ketika ban sudah benar-benar tipis, padahal kerusakannya bisa dicegah sejak awal kalau tahu penyebabnya.
Untuk itu, penting banget memahami apa saja hal yang membuat ban mobil aus tidak merata agar kamu bisa segera melakukan perbaikan.
Berikut beberapa penyebab umum yang wajib kamu pahami sebelum kerusakan makin parah.
Penyebab Ban Mobil Halus Sebelah yang Harus Kamu Perhatikan
1. Spooring Bermasalah atau Sudah Melenceng
Penyebab paling sering dari ban habis sebelah adalah sudut roda yang tidak lagi presisi.
Jika toe, camber, atau caster berubah karena menghantam lubang, naik trotoar, atau suspensi mulai lemah, gesekan ban ke aspal jadi tidak merata.
Hasilnya, bagian tertentu dari ban akan aus lebih cepat. Spooring yang melenceng biasanya ditandai mobil terasa menarik ke kiri atau kanan dan setir tidak lurus ketika jalan lurus.
2. Tekanan Angin Ban Tidak Sesuai
Tekanan angin yang terlalu rendah atau terlalu tinggi membuat permukaan ban mengalami beban yang tidak rata.
Kalau kekurangan angin, bagian sisi luar ban akan lebih cepat aus. Sebaliknya, jika terlalu keras, bagian tengah ban akan menipis lebih dulu.
Baca juga: 5 Tips Memilih Ban Mobil yang Tepat Sesuai Kondisi Jalan, Jangan Asal Pilih!
Kebiasaan mengabaikan tekanan angin ini sering terjadi pada mobil harian, padahal dampaknya bisa panjang dan merusak suspensi.
3. Suspensi Mulai Lemah atau Rusak
Komponen suspensi seperti bushing, shockbreaker, ball joint, dan tie rod berperan penting menjaga kestabilan roda. Ketika salah satu mulai aus atau rusak, sudut roda ikut terganggu dan ban bekerja tidak normal.
Baca juga: Jangan Sepelekan Rotasi Ban Mobil, Ini Alasannya
Mobil biasanya jadi limbung, muncul bunyi gluduk, atau terasa tidak stabil ketika melewati jalan bergelombang. Jika dibiarkan, ban akan makan sebelah atau bahkan bergelombang.
4. Gaya Mengemudi yang Agresif
Cara berkendara juga memengaruhi umur ban. Kebiasaan mengerem mendadak, menikung tajam dengan kecepatan tinggi, atau sering bermanuver keras bikin tekanan di satu sisi ban lebih besar.
Baca juga: Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional yang Harus Kamu Pahami!
Alhasil, ban cepat menipis di area tertentu. Cara berkendara yang lebih halus tidak hanya bikin ban awet, tetapi juga menjaga performa kaki-kaki dan konsumsi BBM tetap efisien.
5. Beban Mobil Tidak Seimbang
Sering mengangkut barang berat di satu sisi atau menaruh beban besar di bagasi bagian tertentu bisa membuat tekanan ke ban tidak seimbang.
Kondisi ini bikin satu ban bekerja lebih berat daripada yang lain. Akhirnya ban aus hanya di bagian tertentu meskipun ban lainnya masih terlihat bagus.
Distribusi beban yang merata penting untuk menjaga keawetan ban dan kenyamanan berkendara.
Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Pentingnya Kode Tahun Pembuatan Ban Mobil yang Harus Kamu Pahami!
Kalau kamu merasa mobil mulai menarik ke satu arah, getaran tidak wajar, atau melihat ban menipis secara tidak merata, segera lakukan pengecekan spooring, balancing, dan kondisi suspensi.
Semakin cepat diperbaiki, semakin kecil risiko kerusakan tambahan yang membuat biaya perawatan membengkak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000