Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 13:37 WIB

8 Sparepart Motor yang Paling Cepat Aus dan Wajib Dicek

Author

Ilustrasi sparepart motor (Freepik)

INDOZONE.ID - Motor bukan sekadar soal mesin menyala dan gas ditarik. Di balik itu, ada banyak sparepart motor yang bekerja tanpa henti setiap kali kamu berkendara. Seiring waktu, komponen-komponen ini pasti mengalami keausan.

Masalahnya, banyak pengendara baru sadar saat kerusakan sudah terasa parah. Padahal, tanda-tanda awal biasanya sudah muncul jauh sebelumnya.

Melansir laman Suzuki Indonesia, ini sparepart motor yang paling cepat aus, ciri-cirinya, dan kapan sebaiknya mulai dicek.

Daftar Sparepart Motor yang Paling Sering Aus

Kampas Rem

Kampas rem bekerja keras mengubah laju motor menjadi berhenti. Gesekan tinggi membuat komponen ini jadi salah satu yang paling cepat habis.

Tanda aus:

– Rem terasa kurang pakem
– Bunyi berdecit saat direm
– Ketebalan kampas menipis

Cek ideal: setiap 5.000–7.000 km atau 6 bulan sekali.

Baca juga: Jangan Diremehkan! Ini 4 Bahaya Memanaskan Motor di Ruangan Tertutup

Roller atau Rol V-Belt (Motor Matic)

Di motor matic, roller berperan besar dalam akselerasi. Saat aus, tarikan motor langsung terasa beda.

Tanda aus:

– Motor tersendat saat start
– Getaran dari area CVT
– Akselerasi melemah

Cek ideal: tiap 8.000–10.000 km.

Ban

Ban adalah satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan aspal. Kondisi ban sangat menentukan kontrol dan keselamatan.

Tanda aus:

– Alur ban menipis
– Motor mudah selip
– Retak atau benjolan di ban

Cek ideal: tekanan dan kondisi ban setiap 1–2 minggu.

Rantai dan Sproket

Rantai menyalurkan tenaga mesin ke roda. Kalau aus, suara dan performa langsung berubah.

Tanda aus:

– Bunyi berisik saat jalan
– Rantai kendor atau bergelombang
– Gigi sproket tajam dan tak rata

Cek ideal: setiap 500–1.000 km, dengan pelumasan rutin.

Kampas Kopling

Di motor manual, kampas kopling sering jadi korban macet dan stop-and-go.

Tanda aus:
– Kopling terasa selip
– Bau gosong
– Tarikan berat

Cek ideal: tiap 10.000–12.000 km.

Shockbreaker atau Suspensi

Suspensi menjaga motor tetap stabil di jalan rusak. Saat aus, kenyamanan langsung turun.

Tanda aus:

– Motor limbung
– Bunyi saat melewati jalan bergelombang
– Oli bocor di tabung shock

Cek ideal: setiap 10.000–15.000 km atau setahun sekali.

Busi

Busi kecil, tapi vital. Komponen ini menentukan kualitas pembakaran mesin.

Tanda aus:

– Motor susah hidup
– Mesin brebet
– Busi hitam dan kotor

Cek ideal: tiap 5.000–8.000 km.

Filter Udara

Filter udara menjaga ruang bakar tetap bersih. Jika kotor, performa mesin ikut terganggu.

Tanda aus:

– Mesin terasa berat
– BBM lebih boros
– Filter penuh debu

Cek ideal: setiap 5.000 km, lebih sering jika sering lewat jalan berdebu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU