INDOZONE.ID - Apakah di antara kalian pernah merasakan ada di dalam mobil yang tengah berjuang menanjak di jalur curam seperti Puncak atau Cadas Pangeran, lalu tiba-tiba sang pengemudi mematikan AC?
Mitos atau fakta mengenai efektivitas mematikan AC saat mobil melewati tanjakan kerap menjadi topik hangat di antara para pengendara.
Sebagian besar meyakini bahwa langkah ini mampu meringankan beban kerja mesin sehingga performa roda meningkat.
Namun, apakah asumsi tersebut masih relevan bagi teknologi mobil modern? Mari kita telaah penjelasan teknisnya agar Anda mendapatkan pemahaman yang tepat.
Baca juga: AC Mobil Tidak Dingin? Ini Estimasi Biaya Servis dan Perbaikannya
Pikiran di Balik Mematikan AC
Dalam sistem mekanis, kompresor AC beroperasi menggunakan tenaga dari drive belt yang tersambung pada putaran mesin. Aktivitas mensirkulasikan freon ini memerlukan daya mesin (horsepower) yang cukup signifikan.
Bagi kendaraan berkapasitas kecil, seperti 1.000cc hingga 1.200cc, beban kompresor yang memakan sekitar 2 sampai 5 HP akan sangat terasa dampaknya.
Kehilangan daya tersebut mungkin tidak terlihat di jalanan rata, namun di tanjakan curam, setiap sisa tenaga sangatlah krusial untuk menentukan apakah mobil mampu melaju stabil atau justru kehilangan momentum.
Apakah Mematikan AC Wajib Dilakukan?
Mematikan AC umumnya dilakukan tergantung dari kondisi. Kalau kamu mengendarai SUV bermesin besar (2.000cc ke atas atau mesin diesel turbo), mematikan AC sebetulnya tidak akan memberikan perbedaan yang signifikan.
Tenaga mesin yang besar telah lebih dari cukup untuk menangani beban AC sekaligus menanjak. Namun, jika kamu mengendarai mobil dengan kapasitas mesin kecil dan merasakan gejala power loss atau mesin mulai bergetar hebat saat menanjak, mematikan AC adalah langkah yang tepat.
Selain menambah tenaga, mematikan AC juga membantu menjaga suhu mesin supaya tidak cepat panas (oveerheat) karena beban kerja yang terlalu berat.
Baca juga: Kenali Tanda AC Mobil yang Perlu Diservis dan Biayanya!
Tips Menghadapi Tanjakan Terjal selain Mematikan AC
Mematikan AC adalah salah satu faktor pendukung saja. Hal yang jauh lebih krusial untuk menaklukkan tanjakan terjal adalah teknik berkendara. Berikut ini adalah tipsnya:
- Gunakan Gigi Rendah: Pastikan posisi transmisi berada di gigi 1 atau L (untuk matic) agar torsi maksimal keluar.
- Momentum: Jika memungkinkan, kamu bisa mulai ancang-ancang atau momentum sebelum memasuki area tanjakan.
- Jangan Setengah Kopling: Bagi pengguna mobil manual, hindari kebiasaan menggantung kopling terlalu lama lantaran bisa menyebabkan kampas kopling terbakar.
- Matikan Fitur Tambahan: Selain AC, mematikan fitur yang menyerap daya listrik besar juga bisa sedikit membantu stabilitas kelistrikan saat mesin bekerja ekstra keras.
Mematikan AC mobil saat menanjak bukanlah sekadar mitos belaka. Secara teknis, langkah ini memang membantu mengurangi beban pada mesin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan