INDOZONE.ID - Bagi pemilik kendaraan, menjaga kondisi mesin agar tetap prima adalah sebuah kewajiban. Akan tetapi, hingga saat ini, masih banyak yang sering tertukar antara istilah servis berkala dan tune up.
Padahal, kedua jenis perawatan mobil ini memiliki cakupan kerja, tujuan, dan waktu pengerjaan yang sangat berbeda.
Salah memahami keduanya bisa membuat perawatan kendaraanmu jadi tidak maksimal, atau bahkan membuatmu membuang biaya untuk hal yang sebenarnya belum perlu dilakukan. Yuk, pelajari perbedaan mendalam di antara keduanya agar kamu bisa merawat kendaraan dengan lebih tepat!
Memahami Konsep Servis Berkala Kendaraan
Servis berkala adalah prosedur perawatan rutin yang jadwalnya sudah ditetapkan oleh pabrikan, biasanya dilakukan setiap kelipatan 5.000 hingga 10.000 kilometer.
Fokus utama dari layanan ini adalah pemantauan secara menyeluruh terhadap komponen-komponen, yang memang didesain untuk habis atau menurun kualitasnya seiring penggunaan.
Tujuannya adalah tindakan preventif agar garansi kendaraan tetap berlaku dan mobil selalu dalam kondisi layak jalan.
Dalam cakupan kerja servis berkala, poin paling mendasar yang selalu dilakukan, adalah penggantian oli mesin untuk memastikan pelumasan di dalam jantung mekanis tetap optimal.
Baca juga: Servis AC Mobil Tiap Berapa KM? Ini Interval Waktu yang Wajib Kamu Catat
Selain itu, teknisi akan melakukan pemeriksaan berbagai jenis filter, mulai dari filter oli yang menyaring kotoran mesin, filter udara untuk pernapasan mesin, hingga filter AC demi kenyamanan kabin.
Pengecekan cairan juga menjadi bagian penting, di mana air radiator, minyak rem, cairan power steering, hingga air aki dipastikan berada pada level yang seharusnya.
Tidak lupa, sektor keamanan seperti sistem pengereman akan dibersihkan dan dipastikan fungsinya normal, serta pengecekan kaki-kaki yang meliputi kondisi fisik ban, tekanan angin, hingga kekencangan baut-baut roda untuk menjamin stabilitas saat berkendara.
Lalu, Apa Itu Tune Up Mesin?
Berbeda dengan servis rutin, Tune up berasal dari kata "tune" yang berarti menyetel kembali. Tune up adalah proses pembersihan mendalam dan penyetelan ulang pada komponen mesin yang mulai kotor atau berubah setelannya akibat pemakaian intensif.
Biasanya, pemilik kendaraan melakukan tune up saat merasakan gejala performa yang menurun, seperti tarikan mesin terasa berat, konsumsi BBM mulai boros, atau mesin terasa bergetar.
Cakupan kerja dalam proses tune up jauh lebih teknis dan masuk ke bagian dalam sistem pembakaran. Salah satu langkah utamanya adalah pembersihan ruang bakar menggunakan cairan kimia khusus untuk mengikis tumpukan kerak karbon di permukaan piston.
Baca juga: Perbedaan Tune Up dan Gurah Mesin yang Wajib Dipahami Pemilik Mobil
Selain itu, bagian throttle body yang sering kotor oleh tumpukan debu dan uap oli akan dibersihkan agar aliran udara menuju mesin kembali lancar. Teknisi juga akan memeriksa kondisi busi dan membersihkannya atau menggantinya jika percikan apinya sudah lemah.
Pada beberapa jenis mobil, dilakukan pula penyetelan katup atau klep untuk memastikan kompresi mesin tetap sempurna. Terakhir, pembersihan injektor atau karburator menjadi langkah penutup untuk memastikan pengabutan bahan bakar kembali sempurna, sehingga mesin bisa menghasilkan tenaga yang maksimal seperti saat baru keluar dari dealer.
Perbedaan Jelas Tune Up dan Servis Berkala Kendaraan
Agar tidak bingung, poin dasar yang membedakan keduanya adalah tujuannya. Servis Berkala bersifat mencegah kerusakan sebelum terjadi, sedangkan Tune Up bersifat restorasi atau mengembalikan performa yang sudah sempat menurun.
Dari segi waktu, Servis Berkala wajib dilakukan secara periodik berdasarkan kalender atau jarak tempuh, sedangkan tune up lebih bersifat situasional ketika performa mobil dirasa sudah tidak "enak" lagi.
Baca juga: Mobil Dipakai Perjalanan Jauh? Ini Risikonya Kalau Lupa Servis
Detail pemeriksaannya pun berbeda, servis berkala lebih banyak menyentuh komponen luar dan penggantian cairan rutin, sedangkan tune up lebih banyak berkutat dengan pembongkaran ringan untuk menyentuh sistem pengapian dan pembakaran.
Secara biaya, tune up biasanya memiliki tarif jasa yang sedikit lebih mahal. Sebab, pengerjaannya lebih detail dan membutuhkan waktu pembersihan lebih lama ketimbang servis rutin biasa.
Nah, dengan memahami perbedaan ini, tentunya akan membantumu berkomunikasi lebih efektif dengan pihak bengkel dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000