INDOZONE.ID - Mobil hybrid Toyota bisa dinyalakan mesinnya secara manual lewat fitur Maintenance Mode.
Mode khusus ini biasa dipakai teknisi bengkel resmi.
Namun, cara ini juga penting diketahui pemilik kendaraan hybrid agar aki kecil tidak tekor saat mobil lama tidak dipakai.
Mesin Hybrid Toyota Tidak Selalu Menyala Otomatis
Banyak yang belum tahu, menekan tombol Start pada mobil hybrid Toyota tidak otomatis menghidupkan mesin bensinnya.
Sistem akan menyesuaikan kondisi baterai hybrid terlebih dahulu.
"Pada mobil hybrid Toyota, begitu AutoFamily menekan tombol Start belum tentu mesin bensin langsung menyala karena tergantung kapasitas baterai hybrid. Kalaupun mesin bisa beroperasi, akan segera mati jika kapasitas baterainya sudah penuh. Padahal masih dibutuhkan waktu lebih lama untuk memanaskannya," jelas Sapta Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak dalam penjelasannya yang diterima Indozone, Minggu (15/3/2026).
Baca juga: 5 Alasan Toyota Veloz Bekas 2020 Masih Layak Buat Dipinang, Harganya Terjangkau!
Baca juga: 5 Kelebihan Toyota Innova Reborn Q Diesel Bekas, Harganya Makin Ghoib di Pasaran!
Jadi, kalau kamu mau memanaskan mesin, misalnya karena mobil sudah lama parkir di garasi, cara model lama alias konvensional tidak cukup. Ada langkah khusus yang harus diikuti.
Cara Aktifkan Maintenance Mode di Hybrid Toyota
Maintenance Mode adalah mode operasi khusus pada kendaraan hybrid Toyota yang memaksa mesin bensin menyala terus-menerus, biasanya digunakan saat servis di bengkel. Berikut langkah lengkapnya:
1. Posisikan tuas transmisi di P, lalu tekan tombol Start 2 kali tanpa menginjak pedal rem, dan indikator dashboard akan menyala.
2. Injak pedal gas 2 kali penuh.
3. Pindah tuas ke N, injak pedal gas 2 kali penuh lagi.
4. Kembali ke posisi P, injak pedal gas 2 kali penuh.
5. Layar MID akan menampilkan tulisan "Maintenance Mode".
Setelah mode aktif: injak pedal rem, tekan tombol Start, mesin bensin akan menyala dan terus hidup untuk mengisi aki kecil. Biarkan sekitar 15 menit, lalu matikan.
Kenapa Harus Dipanaskan Kalau Jarang Dipakai?
Momen libur panjang seperti Lebaran sering membuat mobil terparkir berhari-hari. Ini bukan masalah sepele.
"Jika ditinggalkan dalam waktu tertentu, sebaiknya mobil tetap dinyalakan secara berkala dengan mengaktifkan mode READY agar sistem hybrid bekerja dan kondisi aki serta sistem kelistrikan tetap terjaga. Selain itu, AutoFamily juga dianjurkan untuk memeriksa lampu indikator pada panel instrumen untuk memastikan tidak ada peringatan pada sistem kendaraan," terang Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.
Untuk mobil yang ditinggal lebih dari 3 hari, disarankan memanaskan mesin selama 10–15 menit agar oli bersirkulasi dan aki tidak drop.
Tips Tambahan saat Memanaskan Mesin
Dua hal yang sering diabaikan. Jangan injak gas langsung setelah mesin menyala, dan pastikan ada ventilasi memadai di sekitar kendaraan.
Gas karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau.
Keracunan CO bisa terjadi cepat dan mematikan. Sangat berrisiko kalau memanaskan mesin di garasi tertutup.
Cek juga panel instrumen. Kalau indikator tekanan oli atau sistem rem menyala, jangan tunda, segera bawa ke bengkel resmi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000