Kamis, 26 MARET 2026 • 09:55 WIB

5 Alasan Wajib Cek Ban Mobil Setelah Mudik

Author

Ilustrasi servis ban mobil. (Dok. Freepik.)

INDOZONE.ID - Ban mobil adalah komponen yang paling banyak menanggung beban selama perjalanan mudik.

Setelah ratusan kilometer membawa penumpang penuh dan bagasi padat, kondisi ban bisa berubah drastis tanpa terlihat dari luar.

Melansir laman Toyota Astra Motor, ada 5 alasan kenapa pengecekan ban pasca mudik wajib dilakukan.

Baca juga: Kenapa Mobil Bergetar saat RPM Rendah? Simak Penyebabnya!

Ban Mobil Tanggung Beban Lebih Berat dari Biasanya

Saat mudik, mobil hampir pasti diisi penuh. Penumpang, koper, oleh-oleh, kadang ditambah barang yang seharusnya tidak muat.

Ban bertugas menopang seluruh beban itu sepanjang perjalanan, termasuk saat akselerasi, pengereman, dan manuver di jalan tol maupun jalur sempit.

Masalahnya, banyak pengemudi mengabaikan batas payload kendaraan.

Baca juga: Habis Mudik, Ini 5 Cara Menghilangkan Bau Apek di Kabin Mobil yang Bisa Dilakukan dengan Mudah!

Ban yang bekerja di luar kapasitas lebih rentan panas berlebih, aus tidak merata, bahkan pecah tiba-tiba. 

Kalau perjalanan mudik kamu melewati 300–500 km dengan muatan penuh, ban kamu sudah kerja keras.

Lubang Jalan dan Batu Bisa Bikin Rusak Ban

Jalur mudik tidak selalu mulus. Di daerah yang tidak familiar, risiko ban menghantam lubang atau batu cukup tinggi, terutama malam hari atau saat kondisi hujan.

Dampak dari lubang jalan bisa menyebabkan ban sobek di bagian dalam dinding, kerusakan yang tidak selalu terlihat dari luar.

Ban tubeless memang lebih "kuat" terhadap benda asing kecil,seperti paku, kemudian tekanan bisa turun perlahan, bukan langsung kempis.

Tapi kalau dinding ban sudah retak atau benjol akibat benturan keras, itu sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Traksi dan Pengereman Bergantung Penuh pada Kondisi Ban

Seberapa pakem rem mobilmu? Jawabannya bukan cuma soal kampas rem, tapi juga kondisi telapak ban.

Telapak ban punya kontak langsung dengan permukaan jalan, dan dari situ traksi terbentuk.

Saat pengereman mendadak dengan muatan penuh, seluruh beban kendaraan bertumpu di empat titik kecil itu.

Ban yang sudah aus atau tekanan anginnya tidak ideal akan memperpanjang jarak pengereman secara signifikan. Di jalan basah, risikonya berlipat.

Dinding Ban Juga Bisa Lelah

Sering diabaikan, padahal dinding ban punya fungsi vital: meredam gaya lateral saat berbelok.

Setiap tikungan, setiap manuver menghindari kendaraan lain, dinding ban yang menyerap tekanannya.

Kalau dinding ban sudah lemah atau retak halus, kemampuan itu berkurang.

Cek retak, benjolan, atau deformasi di sisi ban, dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Tidak butuh alat khusus, cukup mata yang teliti.

Kerikil dan Benda Asing

Kerikil yang masuk ke alur ban terlihat sepele.

Tapi kalau ukurannya cukup besar dan posisinya tepat, benda asing itu bisa merobek lapisan dalam ban hingga menyentuh kawat baja.

Kondisi ini tidak selalu langsung membuat ban kempis, tapi mempercepat kerusakan struktural.

Periksa alur ban satu per satu. Kalau ada benda yang menancap, jangan langsung dicabut sebelum ke bengkel,nterutama pada ban tubeless, karena benda asing itu yang justru menahan udara tidak keluar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Toyota Astra Motor

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU