INDOZONE.ID - Setelah mudik ratusan kilometer, motor butuh servis sebelum kembali dipakai harian.
Gita Ginanjar, pemilik bengkel Albani Motogarage di Jakarta, menyebut setidaknya ada beberapa komponen yang wajib diperiksa usai perjalanan jauh.
Mulai dari oli, ban, CVT, hingga sistem kelistrikan.
Gita menegaskan, perawatan motor seharusnya tidak hanya dilakukan setelah mudik.
"Sebenarnya untuk perawatan dan pemeriksaan tidak harus usai mudik, mungkin dalam pemakaian sehari-hari setidaknya sebulan sekali harus ada perawatan agar motor tidak gampang rusak,"* katanya kepada Indozone, Selasa (31/3/2026).
Komponen Motor yang Wajib Dicek Usai Mudik
1. Ganti Oli
Oli adalah prioritas pertama. Setelah perjalanan jauh, kualitas oli menurun dan kemampuannya melindungi komponen mesin berkurang signifikan.
"Karena jika oli sudah terlalu hitam atau habis menempuh jarak yang cukup jauh wajib diganti agar menjaga mesin agar tetap prima,"* ujar Gita.
Oli yang sesuai spesifikasi mesin juga menjaga suhu mesin tetap ideal saat dipakai harian.
Baca juga: Kapan Batas Waktu Bayar Pajak Motor? Ini Aturan Bayar Lebih Awal agar Tak Kena Denda
2. Periksa Kondisi Ban
Ban bekerja keras melewati berbagai kondisi jalan selama mudik. Cek apakah ada bagian yang retak atau aus.
Patokannya mudah kok. Kalau permukaan ban sudah sejajar dengan tonjolan Tread Wear Indicator (TWI) di celah kembangan, ban harus segera diganti.
Jangan lupa periksa tekanan angin. Terlalu kempes atau terlalu keras sama-sama berbahaya.
3. Bersihkan Filter Udara
Filter udara yang kotor menghambat aliran udara ke ruang bakar.
Akibatnya, proses pembakaran tidak sempurna dan performa mesin turun.
Yang lebih serius, kotoran yang lolos masuk ke ruang bakar bisa merusak komponen mesin secara perlahan.
Komponen ini sering diabaikan karena tidak terlihat dari luar. Padahal dampaknya langsung terasa di akselerasi.
4. Cek Komponen Rem
Rem adalah soal keselamatan, bukan kenyamanan.
Periksa ketebalan kanvas rem, volume minyak rem, dan ketebalan cakram secara menyeluruh.
Pastikan juga tuas rem dan kopling tidak terasa keras saat ditarik dan masih bergerak bebas secara normal.
5. Periksa Rantai dan Gir
Khusus motor bebek dan sport, periksa kekencangan rantai. Rantai kendur harus segera dikencangkan.
Untuk gir, cek apakah mata girnya sudah runcing, soalnya itu tanda komponen sudah aus dan perlu diganti.
6. Bersihkan CVT (Khusus Motor Matic)
CVT adalah jantung transmisi motor matic.
Kotoran yang menumpuk di dalam CVT bisa menghambat kerja pulley dan v-belt, memunculkan suara gredek, dan membuat akselerasi terasa berat.
"Terutama untuk pengguna motor matic, harus ada perawatan extra seperti perawatan bagian CVT," kata Gita.
Biaya servis CVT jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan kalau dibiarkan terlalu lama.
7. Periksa Sistem Kelistrikan
Cek semua lampu: depan, belakang, sein, dan indikator panel. Semuanya harus menyala normal.
Periksa juga kondisi aki dan pastikan tegangannya masih sesuai standar pabrikan.
Aki yang lemah bisa bikin motor mogok mendadak, bahkan di tengah jalan padat saat arus balik.
8. Cek Cairan Radiator
Untuk motor berpendingin cairan, pastikan volume cairan radiator masih dalam batas anjuran.
Cairan radiator yang kurang bisa membuat mesin overheat dan berujung kerusakan serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber, AHM