INDOZONE.ID - Toyota New Veloz Hybrid EV menggunakan baterai lithium-ion 0,7 kWh yang menghasilkan tenaga 80 PS pada motor listrik
Baterai diklaim mampu membeirkan efek efisiensi bahan bakar hingga 28,9 km/liter atau 40% lebih irit dibanding versi bensin biasa.
Baterai ini mengisi daya sendiri tanpa perlu colokan.
7 Fakta Baterai New Veloz Hybrid yang Perlu Kamu Pahami
1. Baterai Lithium-Ion Kompak
New Veloz Hybrid bukan sekadar mobil bensin yang ditempel motor listrik. Baterainya adalah lithium-ion bertegangan tinggi berkapasitas 0,7 kWh.
Baterai tergolong kecil secara kapasitas, tapi cukup untuk mendorong efisiensi bahan bakar hingga 40% lebih baik dari versi konvensionalnya.
"Baterai tegangan tinggi ini menjadi salah satu komponen penting pada Hybrid EV Toyota agar lebih hemat bensin dan rendah emisi," ungkapnya.
Baca juga: Begini Cara Bekerja Series-Parallel Hybrid Toyota New Veloz
2. Posisinya di Bawah Jok Depan
Toyota menempatkan baterai hybrid di bawah jok penumpang depan. Penempatan disebut untuk menjaga keseimbangan bobot kendaraan sekaligus tidak memangkas ruang kabin atau bagasi.
Desain yang sama sudah terbukti di New Kijang Innova Zenix Hybrid EV.
3. Isi Ulang Sendiri Tanpa Perlu Charging Spot
New Veloz Hybrid menganut self charging system, yakni baterai terisi otomatis saat pengereman regeneratif, deselerasi, atau berkendara di jalan menurun.
4. Masih Ada Aki Kecil 12V
Di balik baterai hybrid tegangan tinggi, New Veloz tetap memakai aki kecil atau auxiliary battery 12 Volt.
Tugasnya menyuplai daya ke sistem kelistrikan standar: lampu, audio, klakson, hingga ECU.
Aki ini tetap butuh perawatan rutin. Kalau soak, mesin bensin tidak bisa dinyalakan.
5. Jangan Tutup Kisi Udara Baterai
Ini kesalahan umum yang sering dilakukan pemilik hybrid Toyota. Kisi-kisi di penutup baterai berfungsi menyalurkan udara pendingin.
Menutupnya bahkan dengan karpet atau aksesori tambahan, bisa menyebabkan baterai overheat dan memperpendek usianya.
6. Indikator Baterai Tidak Akan Penuh 100%
Sapta Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, meluruskan kekhawatiran yang sering muncul.
"Jangan khawatir jika melihat indikator pengisian High Voltage Battery Hybrid tidak sampai 100%. Sebenarnya hal tersebut normal karena battery hybrid didesain tidak bisa terisi 100%. Kondisi ini diperlukan untuk menjaga keawetan baterai (battery health) dan ada ruang pengisian saat kendaraan melakukan regenerative braking, deselerasi, dan berkendara di jalan menurun," tuturnya.
7. Garansi Baterai Hybrid 8 Tahun atau 160.000 Km
Baterai hybrid mendapat garansi selama 8 tahun atau 160.000 km, mana yang tercapai lebih dulu.
Aki kecil mendapat garansi 1 tahun atau 20.000 km.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000