INDOZONE.ID - Oli motor harus diganti secara rutin untuk menjaga performa dan umur mesin kendaraan.
Umumnya, penggantian oli motor dianjurkan setiap 2.000–3.000 km atau setiap 1–3 bulan sekali, tergantung intensitas pemakaian.
Menunda ganti oli bisa mempercepat keausan komponen mesin secara signifikan.
Kenapa Ganti Oli Motor Itu Penting?
Melansir laman Astra Honda Motor (AHM), Oli bukan sekadar cairan pelumas. Fungsinya mencakup mengurangi gesekan antar komponen logam, menyebarkan panas ke seluruh bagian mesin, dan melindungi mesin dari korosi.
Ketika kualitas oli menurun, semua fungsi itu ikut melemah.
Baca juga: Telat Ganti Oli Motor? Ini Risiko yang Harus Diketahui Setiap Pengendara
Yang sering diabaikan, oli yang sudah terdegradasi tidak selalu terlihat kotor dari luar.
Warnanya memang menggelap, tapi banyak pengendara baru sadar ada masalah setelah mesin mulai bersuara aneh atau terasa lebih panas dari biasanya.
3 Tanda Oli Motor Kamu Harus Segera Diganti
Suara mesin lebih kasar dari biasanya
Ini tanda paling mudah dideteksi. Oli yang sudah tidak layak pakai kehilangan kemampuan lumasnya, sehingga komponen transmisi bergesekan lebih keras.
Suara kasar biasanya muncul saat motor digas atau saat perpindahan gigi, dan kalau sudah terdengar, artinya penggantian oli sudah terlambat.
Mesin terasa lebih panas
Oli yang memburuk tidak bisa lagi mendistribusikan panas secara merata di dalam mesin.
Efeknya bisa langsung terasa. Ada hawa panas berlebih dari area mesin yang menjalar ke kaki pengendara. Bukan panas mesin normal tapi ini panas yang tidak wajar.
Volume oli berkurang di bawah batas
Motor 150cc biasanya menggunakan oli di bawah 1 liter.
Volume ini akan berkurang seiring intensitas pemakaian.
Kalau saat dicek levelnya sudah di bawah batas minimum, ada dua kemungkinan, yakni oli terbakar di ruang mesin, atau ada kebocoran. Keduanya perlu ditangani segera.
Berapa Km Sekali Ganti Oli Motor?
AHM menyebut patokan umum yang digunakan mekanik dan pabrikan motor adalah setiap 2.000–3.000 km untuk oli mineral, dan 5.000–7.000 km untuk oli sintetik.
Tapi angka ini tidak mutlak, motor yang sering dipakai macet-macetan di kota besar seperti akan membutuhkan penggantian lebih cepat karena mesin bekerja lebih keras dalam kondisi idle berkepanjangan.
Kalau kamu jarang mengecek odometer, jadikan kebiasaan ganti oli setiap 1–2 bulan sekali sebagai patokan waktu. Lebih mudah diingat, dan lebih aman.
Jangan Tunggu Rusak
Banyak pengendara baru mengganti oli setelah mesin sudah menunjukkan gejala.
Padahal perawatan preventif jauh lebih murah daripada biaya perbaikan akibat kerusakan komponen.
Harga satu liter oli motor berkisar Rp30.000–Rp80.000, sementara biaya overhauling mesin bisa mencapai jutaan rupiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AHM