INDOZONE.ID - Mobil overheat saat macet bisa terjadi pada siapa saja. Overheat adalah kondisi suhu mesin naik melampaui batas normal, ditandai indikator suhu menyala merah atau jarum bergerak ke posisi H (Hot).
Jika dibiarkan, kerusakan mesin bisa permanen dan biaya perbaikannya tidak murah.
Kenapa Mesin Bisa Kepanasan di Tengah Kemacetan?
Saat macet, mobil berhenti tapi mesin tetap bekerja. Masalahnya, udara dari luar tidak mengalir cukup untuk mendinginkan mesin secara alami.
Di sinilah peran kipas extra fan menjadi krusial, kalau kipas ini mati atau tidak berfungsi optimal, suhu mesin akan terus merangkak naik.
Baca juga: Apakah Menyalakan AC Mobil saat Berhenti Boros Bensin? Cek Dulu Penjelasannya!
Faktor lain yang sering diabaikan, yaiutu oli yang tidak sesuai spesifikasi. Oli terlalu kental membuat pergerakan komponen internal seperti piston dan katup jadi berat.
Sebaliknya, oli terlalu encer membuat pompa oli bekerja ekstra keras dan berisiko gagal. Keduanya sama-sama berpotensi memicu overheat.
Melansir laman Mitsubishi Indonesia, tanda-tanda awalnya cukup mudah dikenali. AC tiba-tiba tidak dingin, akselerasi tersendat, atau di kondisi ekstrem sistem keamanan mobil memaksa mesin mati otomatis untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
Langkah Pertama: Jangan Panik, Cari Tempat Aman
Begitu indikator suhu mulai merayap ke zona merah, langsung cari bahu jalan atau area aman untuk berhenti. Di jalan arteri ini lebih mudah.
Di jalan tol, situasinya lebih rumit, bahu jalan kadang dipakai kendaraan lain saat kemacetan parah, bahkan petugas tol kadang membuka bahu jalan untuk memecah antrean.
Kalau sudah bisa berhenti, segera pindahkan mobil ke rest area terdekat jika kondisi memungkinkan. Aktifkan lampu hazard dan pasang segitiga pengaman sekitar 50 meter di belakang kendaraan.
Dua langkah sederhana ini penting untuk keselamatan kamu dan pengguna jalan lain.
Matikan Mesin, Buka Kap tapi Jangan Buka Radiator Dulu
Ini bagian yang banyak orang salah kaprah. Setelah mesin dimatikan dan kap dibuka, jangan langsung buka tutup radiator.
Tekanan di dalam sistem pendingin sangat tinggi saat mesin panas, cairan coolant bisa menyembur keluar dan menyebabkan luka bakar serius pada kulit.
Tunggu sampai indikator suhu turun atau jarum kembali ke bawah setengah. Baru setelah itu cek air coolant, mulai dari tangki reservoir (tangki cadangan transparan), lalu radiator utama.
Jangan pernah coba menghidupkan mesin saat suhu masih tinggi, risiko kerusakan pada cylinder block, piston, gasket, hingga kebocoran kompresi bisa terjadi hanya dalam hitungan menit.
Segera ke Bengkel
Overheat yang tidak ditangani tuntas di bengkel bisa menyimpan masalah tersembunyi.
Kerusakan gasket atau liner yang tidak terdeteksi bisa membuat coolant bercampur dengan oli mesin, dan itu sudah masuk kategori kerusakan besar.
Kalau kamu sedang dalam perjalanan jauh dan tidak tahu bengkel terdekat, hubungi layanan derek resmi. Jangan nekat jalan lagi hanya karena suhu sudah turun.
Lebih baik terlambat sampai tujuan daripada mesin jebol di tengah jalan.
Kondisi seperti ini hampir selalu bisa dicegah dengan servis rutin sebelum perjalanan jauh. General check-up mesin, cek cairan coolant, dan verifikasi kondisi kipas pendingin adalah investasi murah dibanding biaya perbaikan overheat yang bisa mencapai jutaan rupiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mitsubishi Motors