Selasa, 14 APRIL 2026 • 17:55 WIB

5 Cara Aman Bawa Motor Matic di Jalan Turunan

Author

Ilustrasi mengendarai motor matic melewati jalan turunan. (Dok. Freepik.)

INDOZONE.ID - Melewati jalan turunan dengan motor matic butuh teknik khusus. Nggak cuma tarik rem dan berdoa.

Ada 5 hal yang wajib diperhatikan. Jangan kosongkan gas penuh, posisikan empat jari di handle rem, prioritaskan rem depan, jangan lepas rem sebelum turunan selesai, dan gunakan kaki kanan sebagai penyeimbang.

Motor matic punya sistem transmisi otomatis yang bekerja berbeda dari motor manual.

Saat turunan, tidak ada engine brake seperti di motor gigi, semua beban pengereman jatuh ke tangan pengendara. Salah teknik sedikit, motor bisa meluncur tak terkendali.

Banyak kecelakaan tunggal di jalan pegunungan melibatkan motor matic yang remnya "habis" karena pengendara tidak tahu cara mengelola laju dengan benar.

Berikut 5 cara aman membawa motor matic saat melewati jalan turunan melansir laman Suzuki Indonesia.

Baca juga: Seberapa Aman Kunci Keyless di Motor Matic? Ini 3 Jawaban Penting yang Harus Dipahami

Cara Aman Bawa Motor Matic di Turunan

1. Jangan Kosongkan Gas Sepenuhnya

Ini kesalahan paling umum. Saat turunan, banyak orang refleks melepas gas sepenuhnya. Padahal itu justru berbahaya pada motor matic.

Transmisi otomatis butuh putaran mesin minimal untuk tetap stabil. Kurangi gas, tapi jangan sampai nol.

Pertahankan laju di kisaran 5–10 km/jam sebelum mulai mengerem secara aktif.

Ilustrasi pria naik motor matic (Freepik/kroshka__nastya)

2. Posisikan Empat Jari di Handle Rem

Begitu gas sudah diatur di kecepatan rendah, posisikan keempat jari, kelingking, jari manis, jari tengah, dan telunjuk di handle rem kiri dan kanan.

Jempol tetap di grip gas untuk kontrol. Cengkram rem secukupnya, jangan terlalu dalam.

Rem yang dicengkram terlalu keras justru bisa membuat ban mengunci dan motor kehilangan keseimbangan.

3. Rem Depan Lebih Dominan dari Rem Belakang

Saat menuruni jalan, bobot kendaraan dan gravitasi mendorong motor ke depan.

Rem depan punya kemampuan menahan daya dorong itu jauh lebih besar dibanding rem belakang.

Fungsi rem belakang di sini hanya sebagai penyeimbang,  bukan andalan utama. Tekan rem depan lebih keras, rem belakang cukup ringan saja.

Secara fisika, distribusi beban motor saat turunan memang bergeser ke roda depan.

Makanya rem depan lebih efektif, dan ini berlaku untuk semua jenis motor, bukan hanya matic.

Ilustrasi touring jarak jauh. (Dok. Yamaha Riding Academy.)

4. Jangan Lepas Rem Sebelum Turunan Benar-Benar Habis

Turunan yang "hampir habis" masih tetap turunan. Melepas rem terlalu cepat bisa membuat laju motor kembali meningkat tiba-tiba, apalagi kalau ada tikungan di ujung tanjakan. Tahan rem sampai jalan benar-benar datar.

5. Gunakan Kaki Kanan saat Macet di Turunan

Turunan padat kendaraan adalah skenario paling melelahkan. Motor harus sering berhenti mendadak, sementara gravitasi terus menarik ke bawah.

Di situasi ini, kaki kanan bisa digunakan untuk menopang motor saat berhenti sejenak, sekaligus membantu menjaga keseimbangan sebelum kembali melaju.

Kaki kiri tetap di posisi standar untuk mendaratkan motor saat berhenti penuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU