Selasa, 21 APRIL 2026 • 10:10 WIB

6 Penyebab Rem Motor Bermasalah saat Perjalanan Jauh

Author

Ilustrasi rem motor.

INDOZONE.ID - Rem motor tiba-tiba bermasalah di tengah perjalanan jauh itu bukan sekadar gangguan kecil. Dalam banyak kasus, ini bisa jadi awal dari situasi berbahaya.

Masalahnya, kerusakan rem jarang muncul mendadak. Hampir selalu ada tanda-tanda yang sudah muncul lebih dulu tapi sering diabaikan.

Kalau kamu lagi siap-siap touring, melansir laman Suzuki Indonesia, ada enam penyebab rem motor bermasalah utama yang wajib banget dipahami.

1. Overheat: Musuh Utama di Jalan Turunan

Kalau kamu sering lewat jalur pegunungan atau turunan panjang, ini wajib diwaspadai.

Pengereman terus-menerus bikin gesekan antara kampas dan cakram makin tinggi. Gesekan ini menghasilkan panas.

Kalau terlalu panas, performa rem langsung turun. Ini yang disebut brake fade.

Efeknya, rem terasa kurang pakem, bahkan butuh jarak lebih jauh untuk berhenti.

Baca juga: 3 Kebiasaan Rawat Motor Matic yang Ternyata Salah Kaprah

2. Vapor Lock

Masalah ini biasanya lanjutan dari overheat.

Saat suhu terlalu tinggi, minyak rem bisa mendidih dan menghasilkan gelembung udara di dalam sistem.

Karena udara bisa dimampatkan (beda dengan cairan), tekanan rem jadi nggak maksimal.

Tuas rem terasa empuk, seperti spons. Bahkan bisa ditarik sampai mentok tapi motor tetap melaju.

Ilustrasi kampas rem di motor. (augustman.com)

3. Kampas Rem Aus

Kampas rem memang komponen habis pakai. Tapi seringnya, pengendara baru ganti saat kondisinya sudah terlalu tipis.

Padahal, saat kampas mulai aus, performa pengereman sudah menurun.

Kamu jadi harus menarik tuas lebih dalam untuk hasil yang sama.

Dalam kondisi darurat, ini bisa jadi pembeda antara berhenti tepat waktu atau terlambat.

4. Minyak Rem Kotor atau Terlalu Lama

Minyak rem punya sifat higroskopis, artinya bisa menyerap air dari udara.

Semakin lama dipakai, kadar air di dalamnya meningkat.

Masalahnya, air punya titik didih lebih rendah. Jadi lebih cepat menguap saat panas tinggi, dan berujung ke vapor lock.

Idealnya, minyak rem diganti setiap 2 tahun atau sekitar 20.000 km. Tapi ini sering banget diabaikan.

5. Kebocoran Sistem Hidrolik

Sistem rem itu harus tertutup rapat.

Kalau ada kebocoran kecil saja, entah dari selang, seal kaliper, atau master rem, tekanan langsung turun.

Ciri-cirinya:

  • Tuas rem terasa lembek
  • Harus dipompa dulu baru pakem
  • Minyak rem di reservoir berkurang
  • Kalau dibiarkan, bisa sampai titik di mana rem benar-benar tidak berfungsi.

6. Karat dan Piston Kaliper Macet

Ini sering terjadi di motor yang jarang dipakai atau sering kena hujan dan panas.

Piston kaliper bisa berkarat dan akhirnya macet.

Akibatnya:

  • Kampas rem tidak kembali ke posisi semula
  • Rem seperti terus “nahan” roda
  • Motor terasa berat
  • Komponen cepat panas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU