Apakah Airbag Sekali Pakai Ketika Terkena Benturan? Ini Jawaban yang Penting untuk Dipahami!
INDOZONE.ID - Sistem keamanan pasif seperti airbag sering kali dianggap sebagai "pelampung penyelamat" terakhir, saat terjadi kecelakaan fatal.
Namun, banyak pemilik mobil yang masih bertanya-tanya, apakah setelah mengembang airbag bisa dimasukkan kembali dan digunakan lagi, atau justru harus diganti total?
Memahami cara kerja dan masa pakai airbag sangatlah krusial, bagi keselamatan kamu di jalan raya. Berikut, penjelasan mendalam mengenai sifat penggunaan airbag saat terjadi benturan.
Apakah Airbag Bersifat Sekali Pakai?
Jawabannya adalah ya, airbag hanya bisa digunakan satu kali. Ketika sensor pada mobil mendeteksi benturan keras yang melampaui ambang batas tertentu, sistem akan memicu reaksi kimia cepat, yang menghasilkan gas nitrogen untuk mengembangkan kantung udara dalam hitungan milidetik.
Baca juga: Indikator Airbag Menyala? Jangan Abaikan, Ini Risiko Bahaya dan Penyebabnya!
Setelah kantung tersebut mengembang dan melindungi tubuh kamu dari benturan, gas tersebut akan langsung keluar melalui lubang-lubang kecil agar kantung mengempis kembali.
Karena proses pengembangannya melibatkan ledakan kecil dari bahan kimia (inflator), maka komponen tersebut tidak dapat diisi ulang atau "dilipat" kembali untuk berfungsi seperti semula.
Mengapa Seluruh Modul Harus Diganti?
Setelah airbag meletus, kamu tidak bisa hanya sekadar mengganti kantungnya saja. Ada beberapa alasan mengapa penggantian satu set modul secara utuh wajib dilakukan:
- Inflator Sudah Meledak: Komponen pemicu gas atau inflator adalah bagian yang sekali pakai. Begitu bahan kimianya bereaksi, komponen ini menjadi tidak aktif.
- Sensor dan Kabel: Benturan keras yang memicu airbag sering kali juga berdampak pada kerusakan sensor benturan (crash sensor), atau kabel-kabel kelistrikan yang terhubung ke unit kontrol.
- Kantung Udara yang Rusak: Panas yang dihasilkan dari reaksi kimia saat mengembang, bisa merusak serat kain kantung udara, sehingga integritas kekuatannya tidak lagi terjamin jika digunakan kembali.
Jika kamu mengalami kecelakaan yang menyebabkan airbag keluar, pastikan kamu segera membawa mobil ke bengkel resmi, atau spesialis yang tepercaya.
Penggantian airbag harus menggunakan suku cadang asli (OEM), dan dilakukan oleh teknisi ahli agar sistem sensor dan modul kontrol bisa di-reset dengan benar.
Baca juga: Cara Kerja Airbag Mobil Beserta Fungsinya, Jadi Standar Keamanan!
Jangan pernah tergoda untuk mematikan indikator lampu airbag di panel instrumen tanpa melakukan penggantian unit. Sebab, hal itu berarti kamu berkendara tanpa perlindungan keselamatan pasif sama sekali.
Secara teknis, airbag dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal dalam satu momen kritis yang paling menentukan.
Meskipun biaya penggantian satu set modul airbag tergolong tidak murah, namun nilai tersebut tentu tidak sebanding dengan nyawa dan keselamatan kamu saat kembali berkendara di jalan raya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia