Senin, 25 MEI 2026 • 13:58 WIB

ABS vs CBS di Motor, Bedanya Apa Sih?

Author

Ilustrasi rem motor. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - ABS dan CBS adalah dua teknologi pengereman motor yang punya fungsi berbeda.

CBS membantu membagi tenaga rem ke roda depan dan belakang agar pengereman lebih seimbang, sementara ABS dirancang untuk mencegah roda terkunci saat rem mendadak.

Keduanya sama-sama bikin berkendara lebih aman, tapi cara kerjanya jelas berbeda.

Buat banyak orang, istilah ABS dan CBS sering cuma jadi tulisan kecil di brosur motor. Padahal, perbedaan dua sistem ini cukup berpengaruh ke pengalaman berkendara sehari-hari.

Apalagi sekarang makin banyak motor matik dan sport yang sudah dibekali fitur keselamatan modern. Jadi, mana yang sebenarnya lebih cocok dipakai harian?

ABS dan CBS Bekerja dengan Cara Berbeda

Melansir laman Suzuki Indonesia, CBS atau Combi Brake System bekerja dengan sistem pengereman terintegrasi. Saat pengendara menarik tuas rem belakang, sebagian tekanan rem otomatis diteruskan ke roda depan.

Efeknya, motor terasa lebih stabil karena distribusi pengereman jadi lebih seimbang.

Sistem tersebut banyak dipakai di motor matik dan motor harian karena simpel dan mudah digunakan.

Baca juga: 5 Ciri Motor Wajib Turun Mesin, Jangan Tunggu Sampai Rusak Total!

Baca juga: Kapan Harus Ganti Kampas Rem Motor? Ini Tanda-tandanya

CBS cocok buat pengendara yang belum terbiasa mengatur komposisi pengereman depan-belakang secara manual.

Sementara ABS atau Anti-lock Braking System punya pendekatan berbeda. Sistem ini menggunakan sensor elektronik untuk membaca putaran roda secara real-time.

Kalau sensor mendeteksi roda mulai terkunci saat pengereman keras, ABS akan mengatur ulang tekanan rem dalam hitungan milidetik. Makanya, saat ABS aktif, biasanya muncul getaran di tuas rem.

Tujuannya untuk menjaga roda tetap berputar agar motor tidak gampang selip.

Mana yang Lebih Aman?

Jawabannya tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.

CBS efektif dipakai di area perkotaan dengan kecepatan sedang, sekitar 40-60 km/jam. Sistem ini membantu pengereman terasa lebih halus, terutama saat stop-and-go di jalan macet.

Tapi ada batasnya. Di jalan licin atau saat pengereman mendadak dalam kecepatan tinggi, roda tetap bisa terkunci jika rem ditarik terlalu keras.

Di sinilah ABS lebih unggul.

ABS dirancang khusus untuk situasi darurat. Saat motor direm mendadak di jalan basah, berpasir, atau turunan tajam, sistem ini membantu menjaga traksi roda tetap stabil.

Karena roda tidak terkunci penuh, pengendara masih bisa membelokkan motor untuk menghindari rintangan. Buat yang sering touring atau berkendara jarak jauh, fitur ini cukup krusial.

Beberapa studi keselamatan bahkan menunjukkan ABS mampu mengurangi risiko kecelakaan fatal pada sepeda motor, terutama di kecepatan tinggi.

Kenapa Motor ABS Lebih Mahal?

Teknologinya lebih kompleks.

CBS memakai komponen mekanis yang sederhana. Perawatannya pun mirip rem biasa, cek kampas rem, minyak rem, dan kondisi kaliper secara rutin.

Oleh karena itu, motor CBS biasanya punya harga lebih ramah kantong.

ABS berbeda cerita. Sistem ini memakai sensor kecepatan, modul elektronik, hingga katup hidrolik khusus. Kalau rusak, pengecekannya juga butuh alat diagnostik dan teknisi yang lebih paham sistem elektronik kendaraan.

Itu sebabnya motor ABS umumnya dibanderol lebih mahal, selisihnya bisa sekitar Rp3-5 juta dibanding versi CBS.

Meski begitu, sekarang banyak pengendara mulai menganggap ABS bukan lagi fitur mewah.

Di kota besar dengan lalu lintas padat dan jalan yang sering licin saat hujan, fitur ini mulai terasa seperti kebutuhan.

Jadi Pilih ABS atau CBS?

Kalau motor dipakai harian jarak dekat dan budget terbatas, CBS masih sangat masuk akal. Sistem ini praktis dan cukup aman untuk penggunaan normal.

Tapi kalau sering riding jarak jauh, melaju di kecepatan tinggi, atau ingin kontrol pengereman lebih maksimal, ABS jelas lebih unggul.

Pada akhirnya, teknologi rem secanggih apa pun tetap butuh kebiasaan berkendara yang benar. Karena fitur keselamatan cuma membantu, bukan menggantikan refleks pengendara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Suzuki Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU