INDOZONE.ID - Baterai adalah komponen paling mahal sekaligus paling krusial pada mobil listrik (EV). Karena itu, mengetahui kondisi kesehatannya atau yang biasa disebut State of Health (SOH) menjadi hal wajib.
Baik bagi pemilik EV maupun calon pembeli unit bekas. Berikut panduan praktis mengecek battery health mobil listrik, mulai dari cara termudah hingga yang paling akurat.
Apa Itu SOH Baterai? Dan Bagaimana Cara Mengeceknya
SOH menunjukkan kapasitas maksimum baterai saat ini dibandingkan kondisi saat mobil masih baru. Semakin tinggi persentasenya, semakin baik kemampuan baterai menyimpan daya dan semakin jauh pula jarak tempuh yang bisa dicapai.
Baca juga: Tidak Cuma Hemat, Pengguna Mobil Listrik Soroti Pentingnya Pahami Sistem Keselamatan EV
Sebagai patokan umum, baterai dengan SOH di atas 80% masih tergolong sehat untuk pemakaian harian, sementara angka di bawah itu biasanya membuat jarak tempuh menurun cukup signifikan.
Cara Pengecekan:
1.Cek Langsung dari Layar MID atau Instrumen
Cara paling mudah adalah melihat informasi baterai lewat layar instrumen atau Multi Information Display (MID) yang tersedia di mobil.
Beberapa mobil listrik yang beredar di Indonesia, seperti Wuling Air EV dan Cloud EV, memiliki menu status baterai yang menampilkan aliran daya dan sisa kapasitas melalui panel kontrol.
2. Manfaatkan Aplikasi Bawaan Pabrik
Selain lewat layar mobil, banyak pabrikan menyediakan aplikasi resmi yang bisa menampilkan data baterai lebih detail.
Pada mobil listrik Tesla misalnya, informasi baterai bisa diakses lewat menu Controls > Service > View Battery Info langsung dari layar sentuh mobil.
Merek lain seperti Hyundai dan BYD juga umumnya menyediakan aplikasi atau menu khusus yang menampilkan data kesehatan baterai secara berkala, sehingga pemilik bisa memantau tren penurunannya dari waktu ke waktu.
3. Uji Jalan Sederhana
Jika mobil belum menampilkan angka SOH secara eksplisit, ada cara manual yang bisa dilakukan, isi daya baterai hingga penuh (100%), lalu perhatikan penurunan indikator baterai saat dikendarai.
Jika penurunannya terasa drastis dalam jarak yang relatif pendek, itu bisa menjadi tanda awal bahwa5. kesehatan baterai sudah menurun.
Cara ini memang tidak seakurat pemindaian digital, tapi cukup membantu sebagai indikator awal, terutama bagi yang belum memiliki akses ke alat diagnostik.
4. Pemindaian dengan OBD Scanner
Untuk hasil yang lebih akurat, disarankan menggunakan diagnostic tools atau OBD scanner khusus EV yang dicolokkan langsung ke port diagnostik mobil.
Menurut pihak BYD Indonesia, mendapatkan nilai SOH yang akurat memang perlu menggunakan diagnostic tools yang dicolokkan ke mobil listrik.
Alat ini bisa membaca data dari Battery Management System (BMS), termasuk kapasitas asli, suhu kerja, hingga potensi kerusakan pada sel tertentu.
Saat ini, layanan pengecekan semacam ini sudah cukup mudah ditemukan, baik di bengkel resmi maupun bengkel spesialis kendaraan listrik independen, sehingga tidak melulu harus datang ke diler resmi.
5. Cek Riwayat Service
Selain data teknis, riwayat service juga penting untuk memastikan baterai terawat dengan baik. Sejumlah pabrikan di Indonesia memberikan garansi baterai bertegangan tinggi hingga delapan tahun atau jarak tempuh tertentu.
Bagi yang membeli unit bekas, penting untuk menanyakan apakah baterai masih dalam masa garansi dan apakah pernah ada klaim garansi terkait komponen tegangan tinggi.
Baca juga: Begini Langkah Wajib Cek Ban Mobil Bensin dan Listrik Sebelum Road Trip
Mengecek battery health atau SOH bukan sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk memastikan mobil listrik tetap optimal dan bernilai jual baik di kemudian hari.
Kombinasi antara cek layar MID, aplikasi bawaan pabrikan, uji jalan sederhana, hingga pemindaian OBD akan memberi gambaran paling lengkap tentang kondisi baterai sebelum memutuskan membeli atau melanjutkan pemakaian EV.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000, BYD Indonesia