Senin, 20 JULI 2026 • 07:34 WIB

Studi: Ngebut cuma Hemat Waktu 54 Detik, Bikin Mobil Boros Bensin

Author

Ilustrasi studi ngebut pakai mobil cuma hemat 54 detik. (Dok. Magnific.)

INDOZONE.ID - Ngebut dengan mobil ternyata nggak banyak menghemat waktu.

Studi dari Universitas Minnesota menemukan, mengemudi melebihi batas kecepatan hanya memangkas waktu perjalanan rata-rata sekitar 54 detik per hari.

Sebaliknya, kebiasaan ini justru membuat konsumsi bahan bakar naik hingga tiga persen dan meningkatkan emisi karbon.

Melansir NYPost, Peneliti dari Universitas Minnesota menganalisis sekitar 120 juta perjalanan mobil di Amerika Serikat sepanjang 2021.

Data tersebut dipadukan dengan informasi jaringan jalan nasional, batas kecepatan, serta kondisi elevasi dari Survei Geologi AS.

Sampel penelitian difokuskan pada jalan dengan batas kecepatan minimal 45 mph atau sekitar 72 km/jam.

Baca juga: Cara Aktifkan SIM Digital, Biar Nggak Panik Saat Razia

Hasilnya para pengemudi yang tetap melaju sesuai batas kecepatan, hanya membutuhkan tambahan waktu rata-rata 54 detik per hari untuk menempuh jarak harian sekitar 28,6 mil atau 46 kilometer.

Kalau dihitung selama seminggu, waktu yang "hilang" hanya sekitar enam menit.

Baca juga: Body Repair Tak Cukup Ketok dan Cat, Tetap Perlu Pemeriksaan Mobil Secara Menyeluruh

Kenapa Banyak Orang Masih Suka Ngebut?

Meski selisih waktunya sangat tipis, kebiasaan melaju di atas batas kecepatan masih sering terjadi.

Penelitian tersebut mencatat sekitar 43 persen perjalanan memiliki setidaknya satu insiden ngebut.

Sementara itu, pengemudi menghabiskan sekitar 12 persen waktu berkendara dengan kecepatan melebihi aturan.

Fenomena ini juga mudah ditemui di jalan tol maupun jalan arteri.

Saat kondisi lalu lintas sedang lengang, banyak pengemudi merasa aman untuk menekan pedal gas lebih dalam, meski keuntungan waktunya nyaris tidak terasa.

“Jika tujuan Anda adalah untuk menghemat satu menit waktu Anda, maka Anda harus mengemudi cepat,” sindir salah satu penulis studi, Profesor William Northrop dari Universitas Minnesota, dalam sebuah pernyataan.

“Jika tujuan Anda adalah untuk sampai ke tujuan Anda dengan aman dan menghemat bahan bakar, maka Anda mungkin mengemudi lebih lambat dari batas kecepatan,” lanjutnya.

Ngebut Bikin BBM Lebih Boros

Dampak terbesar dari kebiasaan ngebut ternyata bukan pada waktu tempuh, melainkan konsumsi bahan bakar.

Tim peneliti menemukan pengemudi yang sering melaju di atas batas kecepatan, menghabiskan bensin rata-rata 2,3 hingga 3 persen lebih banyak dibanding mereka yang berkendara lebih santai.

“Meskipun kendaraan bertenaga mesin pembakaran internal telah menjadi jauh lebih efisien dalam beberapa dekade terakhir, kendaraan tersebut juga menjadi jauh lebih bertenaga,” kata Northrop.

Menurut perhitungan tim peneliti, jika seluruh pengemudi mematuhi batas kecepatan, konsumsi bahan bakar bisa dihemat hingga sekitar 6,7 juta galon dengan nilai mencapai sekitar 22 juta dolar AS.

Efek lainnya adalah peningkatan emisi karbon.

Peneliti memperkirakan kebiasaan ngebut menghasilkan tambahan sekitar 7.000 metrik ton karbon dioksida setiap hari dari kendaraan ringan.

Jadi semakin sering mobil dipacu tanpa alasan yang benar-benar mendesak, semakin besar pula dampaknya terhadap lingkungan.

Padahal, keuntungan yang diperoleh pengemudi rata-rata bahkan tidak sampai satu menit setiap hari.

“Studi kami meneliti intervensi yang jelas namun sulit diterapkan untuk penghematan bahan bakar besar yang dapat dicapai tanpa mengganti mobil kita, mengemudi lebih lambat,” pungkas Northrop.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU