Kamis, 03 AGUSTUS 2023 • 12:56 WIB

Benarkah Kijang Innova adalah Mobil yang Paling Boros?

Author

Mobil Toyota Kijang Innova.

INDOZONE.ID - Toyota Kijang Innova merupakan mobil keluarga multi-guna yang populer dan memiliki sejumlah varian dan generasi.

Namun, seiring dengan berbagai penyempurnaan teknologi dan desain pada mobil, konsumsi bahan bakar khususnya bensin juga telah menjadi perhatian produsen untuk meningkatkan efisiensi.

Perlu diingat bahwa efisiensi bahan bakar sebuah mobil dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ukuran mesin, teknologi injeksi bahan bakar, transmisi, kondisi jalan, dan gaya mengemudi.

Baca Juga: Toyota Indonesia Catatkan Ekspor 139 Ribu Lebih Mobil Periode Januari-Juni 2023

Umumnya, kendaraan dengan mesin yang lebih besar cenderung memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih tinggi.

Di salah satu situ tanya jawab, beberapa pengguna Innova mengemukakan pendapatnya mengenai hal tersebut. Pro kontra terkait Innova boros BBM pun muncul.

Tidak Setuju Innova Boros BBM

Federico Timothy, salah satu akun mengungkapkan jika ia kurang setuju Innova dikenal sebagai mobil yang boros bbm.

Pasalnya, hampir semua mesin Toyota non LCGC itu tergolong boros pada kelasnya. Alasannya sederhana, karena mesin-mesin Toyota mengorbankan efisiensi dan performa mesin demi tetap reliable ketika masuk pasar Indonesia.

"Silakan bandingkan dengan mobil-mobil setara. Tidak banyak Toyota yang irit," katanya.

Menurutnya, kebiasaan memasukkan mesin kecil pada mobil besar ini sudah dilakukan dari jaman Kijang, dan hasilnya adalah mobil boros dengan rasio gigi akhir/final gear ratio yang tinggi, sehingga mobil ngos-ngosan ketika masuk 100 km/jam.

"Lihat contoh seperti Cressida, Corolla, atau misal Xenia 1000cc. Lucu aja kalau Xenia 1000cc cuma dapat konsumsi BBM 11 km/L karena rasio giginya terlalu pendek," ungkapnya.

"Kencang tidak, irit tidak, capek nyetirnya iya karena suara mesin bising atau harus injak kopling sering-sering," sambungnya.

Setuju Innova Boros BBM

Salah satu akun lainnya dengan nama Pinesthi Mukti Rizky Wibowo setuju dengan anggapan bahwa Innova boros bensin.

Baca Juga: Kentucky Jadi Lokasi Pertama Toyota Produksi Mobil Listrik di AS

Hal ini dikarenakan mobil Toyota umum memang mesinnya didesain untuk ketahanan atau durability daripada performa sehingga mesinnya tidak bertenaga ditambah lagi menyesuaikan keadaan BBM Indonesia yang jelek.

"Di kasus Kijang series diperparah dengan mesin kecil yang sebenarnya tidak cukup atau kuat mengangkat bodi mobilnya. Saya rasa ini sudah terjadi dari Kijang generasi awal bermesin K yang nyaris tidak mungkin bisa menempuh jarak 10 KM keatas per liter," katanya.

Selama ia memakai Toyota Kijang Innova, bensin menembus 10KMPL itu bisa dibilang susah dan hanya bisa dilakukan di jalan tol, itupun hanya mungkin terjadi di Kijang Innova Gen 2 atau facelift pertama dimana mesinnya sudah mengadopsi Dual VVT (lupa juga generasinya tapi masih mesin 1TR)..

"Selain itu nyaris tidak mungkin, Kijang bensin generasi agak baru dalam kota juga agak susah masuk ke angka 10KMPL, sementara Honda CR-V 2.4 kadang masih mungkin mencapai 10KMPL dengan keadaan jalanan lancar," ungkapnya.

Terlepas dari pro kontra di atas, perlu diingat bahwa angka konsumsi bahan bakar yang diberikan oleh pabrikan atau lembaga uji mungkin merupakan angka rata-rata dan konsumsi sebenarnya dapat berbeda tergantung pada banyak faktor.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Quora

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU