INDOZONE.ID - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pengendara sepeda motor merasa ditipu setelah diminta membayar Rp1,5 juta untuk penggantian kopling di sebuah bengkel.
Seperti yang diunggah oleh akun TikTok @jendela_indonesia_, dalam video terlihat pemilik motor terkejut saat pemilik bengkel menagih Rp1,5 juta untuk biaya penggantian kopling.
Pemilik bengkel yang merupakan wanita itu terlibat adu mulut dengan perekam video, yang memprotes tarif bengkel sebesar Rp1,5 juta.
Namun, penjaga bengkel itu menjelaskan bahwa perekam video sebelumnya sudah setuju untuk melakukan penggantian kopling.
Baca Juga: Polisi di Papua Datangi Bengkel-bengkel Lakukan Sosialisasi Tentang Knalpot Brong
"Setuju atau tidak, kamu kan bilangnya 'ok ganti aja,' harganya ini nanti aku bilang," kata tukang bengkel.
"dikasih tau gak harganya?" balas perekam video.
"Harganya memang gak saya kasih tau, tunggu dulu aku bilang, harga yang ini ya, saya cek dulu," jawab pemilik bengkel.
"Harusnya kasih tau dulu, emang semua orang punya uang," jawab perekam video.
Diketahui bengkel tersebut terletak di Jalan Walter Mongonsidi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Melihat postingan tersebut, banyak netizen yang kebingungan dengan harga kopling motor yang dianggap mahal dan mengomentari hal tersebut dengan berbagai pendapat, seperti:
"Lagian kenapa gak nanya dulu harganya..harusnya abang nanya juga," tulis @jihan.
Baca Juga: 8 Tips Pilih Bengkel Mobil yang Berkualitas dan Tepat, Dijamin Gak Ketipu!
"Ganti kopling motor kek ganti kopling mobil aja," ungkap @igustilangit.
"Kacau nih bengkel," ungkap @org,kampoeng.
Menanggapi viralnya video tersebut, pemilik bengkel, Leni, memberikan klarifikasi bahwa total biaya yang sebenarnya harus dibayarkan adalah Rp1,4 juta.
Namun, harga tersebut adalah untuk keseluruhan spare part yang dipasang, bukan hanya kopling.
Penulis: Amanda Latfah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok/@jendela_indonesia