5 Tips Sebelum Beli Mobil Listrik untuk Keluarga yang Harus Dijadikan Pertimbangan, Wajib Tahu!
INDOZONE.ID - Tren mobil listrik di Indonesia semakin berkembang pesat. Tidak hanya menarik bagi penggemar teknologi, kendaraan ramah lingkungan ini juga mulai dilirik banyak keluarga karena biaya operasional yang lebih hemat dan fitur yang semakin lengkap.
Meski begitu, membeli mobil listrik bukan sekadar mengikuti tren. Kamu perlu mempertimbangkan berbagai aspek agar pilihanmu tepat, dan sesuai kebutuhan keluarga.
Nah, sebelum memutuskan membawa pulang mobil listrik, yuk simak 5 tips penting yang wajib kamu tahu berikut ini!
Tips Beli Mobil Listrik untuk Keluarga yang Harus Dijadikan Pertimbangan
1. Perhatikan Jarak Tempuh Baterai
Hal pertama yang harus kamu pertimbangkan adalah, jarak tempuh baterai dari mobil listrik yang ingin dibeli. Setiap mobil listrik memiliki kapasitas baterai yang berbeda, sehingga kemampuan jarak tempuhnya pun bervariasi.
Untuk kebutuhan keluarga, sebaiknya pilih mobil dengan jarak tempuh minimal 300 km sekali pengisian penuh, agar lebih fleksibel untuk dipakai harian maupun perjalanan jauh.
Jika jarak tempuh terlalu pendek, kamu akan sering kerepotan mencari tempat pengisian baterai, apalagi saat bepergian keluar kota. Oleh karena itu, memahami kebutuhan mobilitas keluarga menjadi kunci.
2. Pastikan Infrastruktur Charging Station Mendukung
Sebelum membeli mobil listrik, kamu juga wajib mengecek ketersediaan infrastruktur charging station di daerah tempat tinggalmu.
Meski saat ini jumlah SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) terus bertambah, penyebarannya masih belum merata di seluruh daerah.
Baca juga: Kenapa Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok di Pasaran? Ternyata Ini 5 Hal yang Harus Kamu Pahami!
Untuk keluarga yang mobilitasnya tinggi, keberadaan charging station sangat penting agar perjalanan tetap lancar. Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan opsi pemasangan home charging station di rumah.
Dengan adanya fasilitas pengisian di rumah, mobil listrik bisa diisi semalaman dan siap dipakai keesokan harinya. Solusi ini akan jauh lebih praktis, terutama untuk kamu yang tinggal di kota besar.
Jadi, pastikan infrastruktur pendukung mobil listrik sesuai dengan kebutuhan keluarga sebelum memutuskan membeli.
3. Hitung Biaya Kepemilikan dan Perawatan
Harga mobil listrik memang masih relatif lebih mahal dibandingkan mobil konvensional. Namun, biaya operasionalnya cenderung lebih murah.
Listrik sebagai sumber energi lebih hemat dibandingkan BBM, dan mobil listrik juga memiliki lebih sedikit komponen bergerak sehingga biaya perawatan lebih rendah. Hal ini bisa jadi keuntungan besar untuk penggunaan jangka panjang.
Baca juga: Pemerintah Setop Insentif Mobil Listrik, Otomotif Nasional Bakal Naik?
Meski begitu, kamu tetap perlu memperhitungkan biaya lain seperti harga baterai jika suatu saat harus diganti, serta biaya pemasangan home charging station.
Dengan perhitungan yang matang, kamu bisa tahu apakah mobil listrik benar-benar ekonomis untuk kebutuhan keluarga. Jangan hanya tergiur oleh promosi, tetapi pahami juga biaya kepemilikan secara menyeluruh.
4. Periksa Fitur Keamanan dan Kenyamanan
Mobil listrik keluaran terbaru biasanya sudah dibekali berbagai fitur keamanan canggih seperti ABS, ESC, hingga sistem bantuan pengemudi (ADAS). Untuk mobil keluarga, fitur-fitur ini sangat penting agar perjalanan terasa lebih aman dan nyaman.
Selain itu, pastikan juga mobil yang kamu pilih memiliki kapasitas kabin yang lega, kursi ergonomis, dan ruang bagasi luas untuk menampung barang bawaan keluarga.
Baca juga: 5 Kelebihan Mobil Listrik AION UT Standar yang Dibanderol 325 Jutaan, Seberapa Worth It?
Selain keamanan, kenyamanan juga tidak kalah penting. Sistem hiburan modern, ventilasi AC yang baik, serta suspensi yang nyaman akan membuat perjalanan keluarga lebih menyenangkan.
Jadi, jangan hanya fokus pada teknologi listriknya saja, tetapi pastikan mobil tersebut benar-benar bisa menunjang kebutuhan keluarga sehari-hari.
5. Pertimbangkan Nilai Jual Kembali
Hal terakhir yang sering terlupakan adalah mempertimbangkan nilai jual kembali mobil listrik. Karena teknologi mobil listrik masih tergolong baru, pasar mobil bekasnya belum sebesar mobil konvensional.
Baca juga: PLN Luncurkan Teknologi Terbaru untuk Pengisian Daya Mobil Listrik di Rumah
Namun, beberapa merek ternama dengan reputasi baik biasanya memiliki nilai jual kembali yang lebih stabil. Jika kamu berencana mengganti mobil dalam beberapa tahun ke depan, faktor resale value ini penting untuk diperhatikan.
Pilih mobil listrik dari merek yang sudah memiliki jaringan purna jual luas dan dikenal memiliki kualitas bagus. Dengan begitu, saat dijual kembali, mobil listrikmu tetap memiliki nilai yang layak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AION Indonesia