Minggu, 11 JANUARI 2026 • 17:11 WIB

Penjualan Motor 2025 Tembus 6,4 Juta Unit, Bagaimana Prediksi untuk 2026?

Author

Pameran motor IMOS 2025. (Dok. AISI)

INDOZONE.ID -BPenjualan motor di Indonesia sepanjang 2025 mencapai 6,41 juta unit

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor domestik sepanjang 2025 mencapai 6.412.769 unit.

Angka ini tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini dinilai cukup positif, mengingat sepanjang 2025 daya beli masyarakat sempat melemah, terutama di kelas menengah.

Namun, motor tetap dipilih karena fungsinya yang efisien dan fleksibel.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyebut stabilnya pasar tak lepas dari kemampuan industri memenuhi kebutuhan mobilitas harian masyarakat.

Baca juga: Fisik dan Mental Harus Kuat Hadapi Macet, Pembongkaran Tiang Monorel Jakarta Nggak Ada Penutupan Jalan

Motor Masih Jadi Andalan

Menurut Sigit, rata-rata penjualan motor per bulan berada di kisaran 535 ribu unit.

Angka ini menunjukkan motor masih jadi tulang punggung mobilitas, baik untuk kerja, usaha, hingga gaya hidup.

“Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita,” ujar Sigit.

Ia berharap tren ini bisa berlanjut agar industri motor tetap berkontribusi menggerakkan roda ekonomi nasional.

Skutik Mendominasi

Dari sisi segmen, motor skutik masih jadi pilihan utama konsumen Indonesia. Sepanjang 2025, kontribusinya mencapai 91,7 persen dari total penjualan.

Sementara itu, motor underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport 3,51 persen, dan motor listrik masih di bawah 1 persen.

Data ini menegaskan bahwa konsumen masih mengutamakan kepraktisan dan kenyamanan.

Kredit Jadi Penopang Utama Penjualan

Stabilitas pasar motor juga ditopang oleh peran industri pembiayaan. Sekitar 65 persen pembelian motor sepanjang 2025 dilakukan secara kredit.

Menurut Sigit, dukungan pembiayaan yang sehat memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap membeli motor.

“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka,” jelasnya.

Secara geografis, pertumbuhan permintaan motor di luar Pulau Jawa, menjadi penyeimbang penurunan penjualan di Jawa.

Kinerja positif sektor komoditas di luar Jawa membantu menjaga daya beli masyarakat. Sebaliknya, di Pulau Jawa, sejumlah industri sempat lesu dan berdampak pada tenaga kerja.

Kondisi ini membuat distribusi pasar motor jadi lebih merata dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ekspor Motor Ikut Menguat

Tak hanya di pasar domestik, industri motor nasional juga mencatat kinerja ekspor yang apik.

Sepanjang 2025, anggota AISI mengekspor 544.133 unit motor utuh (CBU).

Selain itu, ekspor CKD mencapai 8,1 juta set dan ekspor suku cadang menembus 138 juta unit.

Angka ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi motor global.

Prediksi Pasar Motor 2026

Memasuki 2026, AISI melihat pasar motor masih berpotensi tumbuh, meski dihadapkan pada tantangan baru.

Salah satunya adalah penerapan opsen pajak oleh sejumlah pemerintah daerah.

“Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ujar Sigit.

Selain itu, faktor geopolitik global, harga komoditas, dan kondisi cuaca juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, AISI memproyeksikan pasar motor domestik 2026 akan relatif stabil.

“Pasar sepeda motor domestik akan berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit,” kata Sigit.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aisi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU